Subvarian Omicron BA.1 , BA.2, dan BA.3 berbeda satu sama lain.
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan Omicron telah membentuk subvarian baru lainnya yakni BA.3. Seperti apakah gejala dan keparahannya, simak ulasannya di info sehat kali ini.Infectious Disease Epidemiologist and Covid-19 Technical Lead di World Health Organization , Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa ada kesamaan dalam hal keparahan antara subvarian BA.2 dan BA.1 dari Omicron dan menambahkan bahwa di antara semua silsilah Omicron ada juga silsilah BA.3.
Omicron termasuk garis keturunan Pango B.1.1.529 dan garis keturunan Pango BA.1, BA.1.1, BA.2 dan BA.3, sesuai informasi WHO. Lalu seperti apa gejala dan tingkat keparahan yang ditimbulkan BA.3?Sebuah studi penelitian yang diterbitkan pada 18 Januari 2022 di Journal of Medical Virology juga telah mengkonfirmasi keberadaan sub-garis keturunan BA.3. “Studi kami menemukan bahwa tidak ada mutasi spesifik untuk garis keturunan BA.3 pada protein spike.
Subvarian BA.3 telah disebut sebagai garis keturunan Omicron yang kurang lazim oleh banyak penelitian. Silsilah BA.3 menyebar dengan kecepatan sangat rendah dan menyebabkan lebih sedikit kasus mungkin karena hilangnya enam mutasi dari BA.1 atau mendapatkan dua mutasi dari BA.2 . Hal ini merupakan hasil penelitian Januari 2022.Sejauh ini subvarian dominan Omicron adalah BA.1 dan BA.2 dan keduanya tidak memiliki perbedaan dalam tingkat keparahan yang ditimbulkannya.
Selama gelombang ketiga yang terutama disebabkan oleh subvarian BA.1, ada lebih sedikit kasus rawat inap. Namun, varian ini memiliki tingkat penularan yang cepat. Pada Desember 2021, sebulan setelah subvarian terdeteksi, para ahli mengatakan bahwa Omicron menular tetapi kecil kemungkinannya untuk menempatkannya di rumah sakit.
Untuk memahami tingkat keparahan varian Omicron, WHO melihat data eksperimental apakah varian ini menyebabkan penyakit parah pada hamster. Berbicara tentang penelitian di Jepang, Maria Van Kerkhove berkata, “Dan ini adalah penelitian eksperimental, khususnya mengamati hamster. Dan apa yang mereka lihat adalah apakah, secara eksperimental di dalam hamster, ada sinyal yang menyebabkan penyakit yang lebih parah dalam kondisi eksperimental ini.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Waspada, Risiko Kematian Pasien Omicron dengan Komorbid 3,9 Kali Lebih BesarRisiko kematian pasien Omicron yang punya riwayat komorbid lebih besar.
Read more »
KOI Bentuk Pokja Perubahan AD/ART Seusai Undang-Undang KeolahragaanKOI membentuk kelompok kerja untuk membuat AD/ART baru sesuai dengan Undang-Undang Keolahragaan yang sudah disahkan DPR.
Read more »
Satgas Covid-19 Sebut Indonesia Telah Lewati Puncak Omicron pada 20 Februari LaluWiku menyebut, dalam dua pekan terakhir kasus positif Covid-19 menurun hingga 200.000. Padahal sebelumnya meningkat tajam hingga 400.000 kasus Covid-19.
Read more »
Omicron Siluman Mulai Menjelma di RI, Waspada 14 Gejala IniOrang yang sudah divaksinasi secara lengkap lebih kecil kemungkinan tertular Omicron siluman dibanding orang yang tidak divaksinasi.
Read more »
Masa Inkubasi Omicron & Waktu yang Tepat Tes Swab PCRCDC Amerika Serikat menyebut masa inkubasi omicron di dalam tubuh selama 5 hari. Ini waktu yang tepat tes swab PCR.
Read more »
Kabar Baik, 10 Provinsi di Luar Jawa-Bali Ini Sudah Lewati Puncak OmicronMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada 10 provinsi di luar Jawa-Bali yang telah melewati puncak kasus Omicron.
Read more »