Studi mengungkap orang yang terpapar varian Delta memiliki jumlah virus 300 kali lipat lebih tinggi dari mereka yang terinfeksi varian asli COVID-19.
Setidaknya 90 persen dari hasil genome sequencing varian baru di Indonesia didominasi varian Delta. Kini fakta baru mengungkap jumlah virus atau viral load orang yang terpaparSebuah studi di Korea Selatan menganalisis hal tersebut saat gejala pertama kali dilaporkan pasien Corona varian Delta. Namun, kabar baiknya jumlah virus menurun dari waktu ke waktu, menjadi 30 kali lebih tinggi dari varian asli setelah empat hari sejak munculnya gejala, dan 10 kali lebih tinggi setelah sembilan hari.
Jumlah virusnya baru sama dengan virus varian lain, selang 10 hari setelah muncul gejala. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan temuan ini adalah alasan di balik varian Delta sangat menular, dengan mudah meningkatkan risiko infeksi COVID-19 dan rawat inap. "Tapi itu tidak berarti Delta 300 kali lebih menular, kami pikir tingkat penularannya 1,6 kali lipat varian Alpha, dan sekitar dua kali lipat versi virus aslinya," kata pejabat kementerian kesehatan Lee Sang-won dalam konferensi pers, dikutip dari
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Studi Korsel: Muatan virus Delta 300 kali lebih tinggiMenurut sebuah studi di Korsel, orang yang terinfeksi varian Delta virus corona miliki muatan virus 300 kali lebih tinggi dibanding mereka yang tertular varian aslinya.
Read more »
Studi Korsel: Muatan Virus Delta 300 Kali Lebih Tinggi |Republika OnlineMuatan yang tinggi menandakan virus menyebar jauh lebih mudah dari orang ke orang.
Read more »
Studi Dunia Nyata Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Vs Delta, Ini HasilnyaSebuah penelitian yang dilakukan di Inggris mengkaji efikasi dua vaksin COVID-19, yaitu Pfizer dan AstraZeneca, terhadap varian Delta. Bagaimana hasilnya?
Read more »