Studi: Pola Makan Nabati Bantu Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2 |Republika Online

South Africa News News

Studi: Pola Makan Nabati Bantu Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2 |Republika Online
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 59 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 63%

Lebih dari 90 persen kasus diabetes di dunia adalah tipe 2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi terbaru menemukan bahwa konsumsi makanan nabati yang sehat seperti buah-buahan, sayur, kacang-kacangan, kopi, dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia.

Baca Juga Lebih dari 90 persen kasus diabetes adalah tipe 2, dan kondisi ini merupakan ancaman besar bagi kesehatan populasi dunia. Dilansir dari Times Now News, Selasa , prevalensi global penyakit ini pada orang dewasa telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dari 150 juta kasus pada tahun 2000 hingga mencapai 450 juta kasus pada tahun 2019. Para ahli juga memproyeksikan kasus terus meningkat menjadi sekitar 700 juta pada tahun 2045.

Tim melakukan analisis sampel plasma darah dan asupan makanan dari 10.684 peserta dari tiga kohort prospektif. Peserta didominasi kulit putih, berusia rata-rata 54 tahun, dengan indeks massa tubuh rata-rata 25,6 kg/m2. Peserta studi menyelesaikan kuesioner frekuensi makanan yang diberi skor sesuai dengan kepatuhan mereka terhadap tiga pola makan nabati: indeks diet berbasis tanaman keseluruhan , indeks berbasis tumbuhan yang sehat , dan indeks diet berbasis tumbuhan yang tidak sehat .

Tim peneliti membedakan antara makanan nabati yang sehat dan tidak sehat menurut hubungannya dengan diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, kanker tertentu, dan kondisi lain, termasuk obesitas dan tekanan darah tinggi.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

BPUM Rp600.000 Segera Cair, Pemerintah Janji Lebih Tepat SasaranBPUM Rp600.000 Segera Cair, Pemerintah Janji Lebih Tepat SasaranKementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) memastikan proses penyaluran BPUM tidak akan menemui kendala pada tahun ini, seiring dengan pembaruan data penerima.
Read more »

Ilmuwan Temukan Jawaban Kenapa Kecoa Lebih Kuat dari DinosaurusIlmuwan Temukan Jawaban Kenapa Kecoa Lebih Kuat dari DinosaurusSebuah riset menyebut kecoa adalah hewan yang lebih kuat dari dinosaurus hal itu berdasarkan ketika batu meteor yang menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu Sebuah...
Read more »

Pemerintah Janjikan Bantuan BPUM Rp600.000 Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran | Ekonomi - Bisnis.comPemerintah Janjikan Bantuan BPUM Rp600.000 Tahun Ini Lebih Tepat Sasaran | Ekonomi - Bisnis.comBerkaca dari tahun lalu, penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM yang bernama BPUM ini dinilai kurang tepat sasaran karena adanya masih banyak pelaku yang terdaftar namun tidak mendapatkan manfaat tersebut.
Read more »

Jokowi Kerap Dianggap Musuh Utama, 'Dalang' di Belakangnya Justru Dinilai Lebih Berbahaya - Pikiran-Rakyat.comJokowi Kerap Dianggap Musuh Utama, 'Dalang' di Belakangnya Justru Dinilai Lebih Berbahaya - Pikiran-Rakyat.comKerap menjadi sasaran kritik, Jokowi selama ini dianggap sebagai Musuh Utama. Namun, 'dalang' di belakangnya dinilai lebih berbahaya.
Read more »

PTM di Bulan Ramadan Bisa Lebih Aman, Siswa Bakal Jarang Buka MaskerPTM di Bulan Ramadan Bisa Lebih Aman, Siswa Bakal Jarang Buka MaskerSOLO – Pembelajaran tatap muka (PTM) pada bulan suci Ramadan ini dinilai lebih aman. Karena berpuasa, sehingga mobilitas siswa membuka tutup masker bisa diminimalkan. Selain itu, selama Ramadan durasi pembelajaran PTM dipersingkat.
Read more »

Ada Ancaman Lebih Ngeri dari Covid, Asia Bisa TerendamAda Ancaman Lebih Ngeri dari Covid, Asia Bisa TerendamKota-kota di Asia disebut-sebut saat ini terancam tenggelam akibat perubahan iklim.
Read more »



Render Time: 2025-04-05 05:56:54