Lonjakan Impor : Harga Baja dan Besi Buatan Lokal Masih Bersaing
Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Asosiasi Roll Former Indonesia Nicolas Kesuma mengatakan kenaikan volume dan nilai impor impor besi dan baja sepanjang 2021 tidak melulu disebabkan karena daya saing harga produk turunan dalam negeri.
Ihwal lonjakan volume dan nilai impor produk HRC belakangan ini, lanjut Kesuma, disebabkan karena Emiten BUMN produsen baja PT Krakatau Steel Tbk. tidak memasok HRC ukuran di bawah 2 milimeter. Badan Pusat Statistik melaporkan volume impor besi dan baja sepanjang 2021 sebesar 13,03 juta ton atau mengalami peningkatan 15 persen dari pencatatan 2020 di posisi 11,35 juta ton. Kendati demikian, nilai impor HS 72 pada 2021 menyentuh di angka US$11,95 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 74 persen dari torehan 2020 di angka US$6,85 miliar.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Lonjakan Impor Berlanjut, Indef Minta Pemerintah Terapkan Neraca Komoditas Baja | Ekonomi - Bisnis.comIndef menjelaskan neraca komoditas untuk produk besi dan baja dapat menggambarkan kebutuhan riil industri dalam negeri atas bahan baku impor.
Read more »
Harga Kedelai Impor Naik, Harga Tahu Tempe di Wonogiri Ikut NaikPedagang tahu dan tempe di Wonogiri menaikkan harga karena harga kulak dari perajin juga naik.
Read more »
Harga Kedelai Impor Naik: Bikin Pusing Perajin Tahu Tempe hingga MogokKenaikan harga bahan baku itu membuat ongkos produksi tahu tempe semakin besar.
Read more »
Bank Sentral Rusia Juga Dibekukan, Ekspor Impor Nyaris MustahilSanksi ini ditujukan untuk melumpuhkan aktivitas ekonomi Rusia karena telah melakukan invasi militer di Ukraina.
Read more »
Intip Sejarah RI Swasembada Kedelai Sebelum Kecanduan ImporSebelum ketergantungan impor, Indonesia pernah swasembada kedelai, Semua kebutuhan kedelai dipenuhi oleh pasokan dalam negeri.
Read more »