Gejolak gas radon dan level air tanah disebut bisa jadi petunjuk awal prediksi gempa bumi. Alat deteksi gempa UGM ini memanfaatkan fenomena alam.
yang muncul dari tanah setiap hari. Gas ini tidak berbau dan tidak berwarna, hanya bisa terdeteksi dengan detektor radon.Selain itu, gas radon, jika terakumulasi di kamar bisa berbahaya bagi kesehatan, salah satunya dapat menyebabkan kanker.
Selama studinya di Jepang, fenomena keluarnya gas radon dengan intensitas tinggi membingungkan para pakar nuklir. Selanjutnya, dua minggu setelah fenomena alam itu, gempa bumi dengan kekuatan yang cukup besar menghantam wilayah Kobe.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rawan Tsunami, Buoy BPPT Siap Dipasang di BaliBali adalah daerah yang berada di jalur rawan gempa dan tsunami.BPPT telah memasang buoy, alat deteksi tsunami namun sayangnya hilang kemungkinan dicuri.
Read more »
EWS Ciptaan Peneliti UGM Efektif Deteksi Gempa, Begini Cara KerjanyaAlat deteksi gempa yang dikembangkan tim Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mendeteksi gempa di Toli-Toli tiga hari sebelum kejadian.
Read more »
Pentingnya Deteksi Dini untuk Cegah HipertensiHipertensi yakni saat tekanan darah di atas 140/90 mmHg yang tidak terkontrol bisa menempatkan penderitanya pada berbagai masalah kesehatan seperti stroke hingga masalah jantung. TempoGaya
Read more »
BMKG Diam-diam Riset Kemampuan Prediksi Gempa, Ini Penjelasannya“BMKG banyak (riset) tapi karena hasilnya belum konsisten tidak dipublikasikan,” kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. TempoTekno
Read more »
Gempa bumi terlama selama 32 tahun ternyata pernah melanda Sumatera - BBC News IndonesiaGempa bumi yang bergerak perlahan-lahan selama puluhan tahun itu dikenal sebagai 'slow-slip event' sebelum akhirnya muncul gempa dahsyat dan tsunami di Sumatera pada 1861, yang diperkirakan menewaskan ribuan orang.
Read more »
Anak-anak dan Remaja Dunia Hadapi Risiko ”Bencana Generasi”Jutaan anak dan remaja kehilangan pendidikan karena karantina dan pembatasan selama pandemi Covid-19. Kondisi itu bisa memperburuk kesehatan mental dan fisik anak. Internasional AdadiKompas
Read more »