Jokowi menyebut 3 hal yang memicu terjadinya tren kenaikan kasus virus corona Covid-19.
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan bahwa meski situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati. Pasalnya, kasus positif Covid-19 di dunia mengalami kenaikan sekitar 2 persen dalam minggu ini.
Selain itu, perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan saat puncak penularan yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif. Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni, 760 kasus pada 22 Oktober, 802 kasus pada 23 Oktober, 623 kasus pada 24 Oktober, dan 460 kasus pada 25 Oktober.
2 dari 2 halaman3 Faktor Kenaikan Kasus Covid-19Di sisi lain, Jokowi menyebut 3 hal yang memicu terjadinya tren kenaikan kasus virus corona. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Jokowi Minta Waspada Gelombang 3 COVID-19, Corona Naik Lagi di 105 Kab/Kota!Indonesia diminta waspada gelombang ketiga COVID-19, kasus Corona di seratusan kabupaten dan kota kembali meningkat.
Read more »
Di Forum ASEAN Business, Jokowi: Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Perkuat IndonesiaDalam pidatonya di Forum ASEAN Business and Investment Summit, Presiden Joko Widodo tegaskan pandemi Covid-19 dimanfaatkan untuk memperkuat Indonesia. Selengkapnya: 👇 JokoWidodo
Read more »
Jokowi Ingatkan Jajarannya Terus Waspada dan Hati-Hati Gelombang Ketiga Covid-19Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya di Kabinet Indonesia Maju agar terus waspada dan hati-hati terhadap gelombang tiga pandemi Covid-19. Selengkapnya: 👇 KabinetIndonesiaMaju
Read more »
Jokowi Ungkap 3 Pemicu Kenaikan Kasus Covid-19, Salah satunya PTM di SekolahJokowi menyebut tiga hal yang menjadi pemicu munculnya tren kenaikan kasus Covid-19. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan.
Read more »