BOYOLALI – Sudah selama 40 tahun, Winanti, 56, warga Dusun Jajar, Desa Kwiran, Kecamatan Banyudono menyimpan sebuah arca Gana. Arca yang menyerupai bayi ini ditemukannya saat dia masih gadis.
KELANGENAN: Winanti dan arca Gana yang ditemukannya di Sendang Pancuran, Desa/Kecamatan Banyudono empat tahun lalu. Sudah selama 40 tahun, Winanti, 56, warga Dusun Jajar, Desa Kwiran, Kecamatan Banyudono menyimpan sebuah arca Gana. Arca yang menyerupai bayi ini ditemukannya saat dia masih gadis.jalan kaki, saya menginjak benda keras,” terangnya, Jumat .
Winanti secara rutin membersihkan arca tersebut. Tidak ada debu tebal yang menempel. Apalagi sarang laba-laba. “Saya itu kasihan kalau arca ini sampai terpinggirkan. Makanya kalau kotor langsung saya bersihkan. Bisa dilihat saat ini arcannya tidak adaPenggiat sejarah Boyolali R Surojo menjelaskan, arca yang dirawat Winanti merupakan arca Gana. Hal tersebut terlihat dari gambaran makhluk kerdil dengan posisi tubuhnya menyangga. Sayangnya, bagian tangan arca ini sudah hilang.
Namun Surojo tidak bisa memastikan masa arca tersebut dibuat. Butuh bantuan arkeolog untuk memastikannya. “Tapi kalau dilihat dari historisnya, arca ini sudah ada sebelum abad ke-8 masehi. Tapi itu perkiraan saya, karena keberadaan Prasasti Pengging itu di tahun 800-an. Bisa jadi tahun 600 atau 700 masehi itu. Bisa jadi itu juga di masa peradaban pengging kuno,” pungkas dia.Sudah selama 40 tahun, Winanti, 56, warga Dusun Jajar, Desa Kwiran, Kecamatan Banyudono menyimpan sebuah arca Gana.
Winanti secara rutin membersihkan arca tersebut. Tidak ada debu tebal yang menempel. Apalagi sarang laba-laba. “Saya itu kasihan kalau arca ini sampai terpinggirkan. Makanya kalau kotor langsung saya bersihkan. Bisa dilihat saat ini arcannya tidak adaPenggiat sejarah Boyolali R Surojo menjelaskan, arca yang dirawat Winanti merupakan arca Gana. Hal tersebut terlihat dari gambaran makhluk kerdil dengan posisi tubuhnya menyangga. Sayangnya, bagian tangan arca ini sudah hilang.