Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan nota penjelasan pemerintah atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Tarakan tentang Perubahan RPJMD Kota Tarakan.
Liputan6.com, Tarakan Situasi pandemi yang melanda Indonesia dan adanya perubahan kebijakan nasional turut memengaruhi rencana pembangunan di daerah. Tak terkecuali pembangunan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Terkait hal itu, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menyampaikan nota penjelasan pemerintah atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Tarakan tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tarakan tahun 2019-2024.Nota penjelasan ini disampaikan di hadapan anggota DPRD Kota Tarakan pada Rapat Paripurna yang berlangsung pada Minggu sore.
Terdapat tiga alasan mendasar yang melatarbelakangi perubahan RPJMD ini, sebagaimana disampaikan Wali Kota. Pertama, karena adanya perubahan kebijakan nasional. Kedua, penyesuaian dengan kondisi terkini Kota Tarakan. Dan ketiga adalah karena wabah covid-19 yang menuntut dilakukan refocusing anggaran yang sebelumnya telah ditetapkan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Tinjau PTM di SDN Pasar Baru 1, Wali Kota Tangerang Ingatkan soal Prokes ke Murid'Pulang sekolah mandi. Sama bapak/ibu (di rumah), jangan salim dulu. Mandi. Rendam baju di ember,' kata Arief kepada para siswa.
Read more »
Sekolah Indonesia di Kota Kinabalu juarai Higashikawa Youth FestSekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menjadi salah satu pemenang dalam kategori "World’s Choice Award" pada ajang The 7th International High ...
Read more »
Tantangan Pengendalian Covid-19 di Ibu Kota BaruMenyandang atribut sebagai pusat baru kegiatan Negara, pengendalian Covid-19 di wilayah Kalimantan Timur membutuhkan konsistensi langkah-langkah terukur penanganan wabah dan peningkatan cakupan vaksinasi. Riset andreas_yog KompasData AdadiKompas
Read more »
Pascapelonggaran PPKM, Anak-anak Ramaikan Mal di Ibu KotaSejumlah orang tua ada yang waswas, namun sebagian lagi mengaku ingin menghapus kerinduan anak-anak untuk bermain di mal.
Read more »