Dipengaruhi tradisi raja-raja China, tradisi Hanami tumbuh dan terjaga di Jepang. Sedikit bergeser, tapi tetap penuh makna.
Hampir mirip seperti piknik keluarga. Berkumpul dan duduk bersama. Makanan khas Jepang seperti Bento dipersiapkan. Tak lupa pula minuman sake.
Biasanya, tradisi Hanami tak hanya dilakukan kelompok keluarga, tapi dari bermacam-macam kelompok. Bisa sekolah, kantor, organisasi, dan lain sebagainya. Hanami sebenarnya bukan tradisi otentik Jepang. Awalnya malah dipengaruhi kebiasan raja-raja di China yang memang akrab dengan pohon-pohon di istananya.
Di Jepang, sekitar awal periode Heian, kisaran abad ke-8, para raja pun ikut menjadikan bunga sebagai objek keindahan di istana. Termasuk akhirnya menjadikan bunga sakura sebagai sarana kontemplasi.