Tips aman memilih pakaian bekas menurut dokter

South Africa News News

Tips aman memilih pakaian bekas menurut dokter
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 44 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 78%

Bagi Anda yang sering membeli pakaian bekas, yuk simak tips dari dokter berikut ini:

Jakarta - Dokter spesialis kulit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Arini Widodo, SpKK membagikan beberapa tips dalam memilih pakaian bekas agar terhindar dari infeksi yang disebabkan virus, jamur, bakteri, hingga tungau.

"Perhatikan, apakah toko tersebut mengutamakan kebersihan barang-barangnya atau tidak," kata Arini saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat. Kemudian, perhatikan apakah ada noda yang menempel pada pakaian tersebut, baik yang disebabkan oleh kotoran, bercak darah, dan sebagainya. Lalu, pastikan bahwa pakaian bekas yang hendak dibeli sudah dicuci."Cium baunya, dari situ bisa menentukan apakah pakaian itu sudah dicuci atau belum. Jangan beli yang belum dicuci karena bisa saja ada agen infeksi yang menempel di situ," ujar Arini.

Pada kondisi kulit tertentu seperti dermatitis atopik, Arini mengatakan perlu ada perhatian khusus dalam memilih pakaian bekas, di antaranya pastikan pakaian bisa menyerap keringat dengan baik, bebas dari bahan alergi seperti tungau, debu rumah, bulu binatang, dan serbuk sari, serta hindari bahan wol.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

antaranews /  🏆 6. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand, Begini Kata Pihak KampusKasus Pelecehan Seksual Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unand, Begini Kata Pihak KampusViralnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan dua orang mahasiswa kedokteran, pihak Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mulai merespon dan menegaskan, tidak mentolerir setiap perbuatan pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus. Kasus yang viral tersebut saat ini ditangani secara serius.
Read more »

Pemangku Kepentingan Harus Proaktif Cegah Tindak Kekerasan Seksual di Lembaga PendidikanPemangku Kepentingan Harus Proaktif Cegah Tindak Kekerasan Seksual di Lembaga PendidikanKasus dugaan pelecehan seksual terhadap dua mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand) mulai terungkap.
Read more »

Risiko penularan infeksi mengintai saat gunakan pakaian bekasRisiko penularan infeksi mengintai saat gunakan pakaian bekasHati-hati! Seseorang berisiko mengalami penularan infeksi baik dari bakteri, jamur, virus, maupun parasit seperti tungau dan kutu saat menggunakan pakaian bekas.
Read more »

Kemenkes: Lulusan Kedokteran Jadi |em|Influencer |/em|Itu Pilihan |Republika OnlineKemenkes: Lulusan Kedokteran Jadi |em|Influencer |/em|Itu Pilihan |Republika OnlineDokter yang menjadi influencer memiliki dampak besar kepada masyarakat.
Read more »

Heboh, Dua Sejoli Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Puaskan Nafsu Seksual dengan Rekam Teman SekosnyaHeboh, Dua Sejoli Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas Puaskan Nafsu Seksual dengan Rekam Teman SekosnyaSepasang kekasih asal Universitas Andalas Sumatera Utara melakukan penyimpangan seksual dengan melecehkan teman-teman sekosnya. Kasus tersebut pertama kali ter-
Read more »

Dokter Sebut pakai Headset Berlebihan Bisa Memicu Gangguan PendengaranDokter Sebut pakai Headset Berlebihan Bisa Memicu Gangguan PendengaranSuara bising dan kebiasaan menggunakan headset dalam jangka waktu lama berisiko memicu gangguan pendengaran.
Read more »



Render Time: 2025-02-27 13:10:42