Tatkala Letusan Gunung Tambora Picu Kiamat di Asia hingga Eropa, Ini Kisahnya

South Africa News News

Tatkala Letusan Gunung Tambora Picu Kiamat di Asia hingga Eropa, Ini Kisahnya
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 123 sec. here
  • 4 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 52%
  • Publisher: 83%

Letusan Gunung Api di Indonesia Ini Picu Kiamat di Eropa, Ini Kisahnya

Liputan6.com, Jakarta - Al-Qur’an menyebut gunung memiliki fungsi sebagai penyeimbang bumi. Fungsi gunung sebagai penyeimbang ini terdapat dalam surat An-Nahl ayat 15, yang artinya,

Berdasarkan Tafsir Tahlili Kemenag yang dikutip dari NU Online, dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa gunung-gunung yang telah hancur itu beterbangan dari tempatnya seperti bulu halus yang diterbangkan angin. Itu terjadi pada hari kiamat. Dalam Islam, kiamat kubra adalah kiamat besar atau berakhirnya kehidupan seluruhnya. Sementara, kiamat sugra adalah kiamat kecil, meliputi kematian makhluk, satu per satu, maupun kematian massal akibat suatu sebab. Salah satunya musibah letusan gunung berapi.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Sir Thomas Stamford Bingley Raffles juga menuliskan soal informasi yang simpang siur itu di bukunya, History of Java, yang terbit 1817. Erupsi diiringi halilintar sambung-menyambung, bunyinya menggelegar bagaikan ledakan bom atom, terdengar hingga ratusan kilometer. Langit gelap. Batu dan abu turun deras dari langit, mengubur apapun yang ada di bawahnya.

Pun dengan pemimpin lainnya lain di Sumatera dan sekitarnya. Setelah menerima informasi bahwa tak ada serangan yang terjadi, mereka mengaitkannya dengan kejadian supranatural. 4 dari 6 halamanEfek MengerikanHempasan yang dipicu letusan Gunung Tambora mengamuk bak angin topan. Sejumlah saksi mata melaporkan terjadi guncangan mirip gempa. Wilayah-wilayah sekitarnya terkubur dari abu tebal.

Lautan sejauh mata memandang dipenuhi batang pohon, batu yang mengapung, juga jasad manusia yang menghalangi laju kapal. Suhu rata-rata global merosot 2 derajat Celcius atau sekitar 3 derajat Fahrenheit. Akibatnya tak terbayangkan. Pada 1816, tak ada musim panas di Eropa.5 dari 6 halamanMalapetaka di EropaKegelapan menyelimuti langit Eropa. Tak ada sinar matahari. Benua biru diselimuti suasana suram. Panen gagal, orang-orang lapar.

Demikian pula di Yunan, Daratan Tiongkok, orang-orang terpaksa memakan tanah liat, karena cuaca yang buruk menggagalkan panen padi. Juga sepeda. Kelaparan dan kurangnya pasokan pangan membuat orang tak mampu menyediakan pakan bagi kuda-kuda tunggangan yang satu-persatu mati karena kurang makan. Pada musim semi dan musim panas tahun 1816, sebuah kabut kering terlihat di timur laut Amerika Serikat. Kabut tersebut memerahkan dan mengurangi cahaya matahari, seperti bintik pada matahari yang terlihat dengan mata telanjang. Baik angin atau hujan tidak dapat menghilangkan"kabut" tersebut. "Kabut" tersebut diidentifikasikan sebagai kabut aerosol sulfat stratosfer.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Suara Letusan Gunung Krakatau Begitu Keras, Mampu Pecahkan Gendang TelingaSuara Letusan Gunung Krakatau Begitu Keras, Mampu Pecahkan Gendang TelingaSuara apa yang paling keras di dunia? Menurut ilmuwan, suara paling keras di dunia adalah letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada 1883. Suara apa yang paling...
Read more »

Stres Berkepanjangan Picu Depresi Pada Anak, Orang Tua Waspadai Hal IniStres Berkepanjangan Picu Depresi Pada Anak, Orang Tua Waspadai Hal IniAnak yang mendapatkan tekanan seperti perundungan atau mendapat sesuatu yang tidak nyaman dalam kehidupannya, bisa merasakan stres berkepanjangan
Read more »

Serem hingga Romantika Drama, Hiasi Layar Lebar Bioskop di Surabaya, Akhir Pekan Ini, Ini JadwalnyaSerem hingga Romantika Drama, Hiasi Layar Lebar Bioskop di Surabaya, Akhir Pekan Ini, Ini JadwalnyaAkhir pekan waktu yang pas bersama keluarga atau orang tercinta. Pecinta film yang ingin mengetahui jadwal film bioskop bisa simak jadwal di bawah ini.
Read more »

Hari Ini Surya Paloh akan Temui Prabowo Subianto di Hambalang, Ini AgendanyaHari Ini Surya Paloh akan Temui Prabowo Subianto di Hambalang, Ini AgendanyaHari ini, Minggu (5/3/2023), Surya Paloh akan temui Prabowo Subianto di Hambalang, Jawa Barat dengan agenda berikut ini.
Read more »

Akhirnya Harga Emas Hari Ini Naik, Ini Rinciannya dari 1 Gram hingga 1 KgAkhirnya Harga Emas Hari Ini Naik, Ini Rinciannya dari 1 Gram hingga 1 KgHarga emas hari ini keluaran Logam Mulia Antam 24 karat, Senin (6/3/2023), terus mengalami kenaikan harga bila dibandingkan dengan kemarin.
Read more »

Nelayan Ini Panik Dikepung Puluhan Hiu saat Melaut, Ternyata Ini PenyebabnyaNelayan Ini Panik Dikepung Puluhan Hiu saat Melaut, Ternyata Ini PenyebabnyaNelayan asal Amerika ini kedatangan tamu tak diundang.
Read more »



Render Time: 2025-02-27 02:43:26