Sumpah Pulang ke Afghanistan, Ghani Sudah ‘Tidak Dianggap’ Amerika Serikat Sindonews BukanBeritaBiasa .
DUBAI - Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersumpah akan kembali ke Afghanistan untuk menegakkan keadilan bagi rakyatnya. Namun Amerika Serikat menegaskan sudah tak menganggap Ghani sebagai faktor penting.
Ghani dituduh melarikan diri dari Afghanistan dengan sejumlah besar uang, angka yang beberapa orang menyebut sekitar USD169 juta. Awalnya diyakini bahwa dia telah melarikan diri ke Tajikistan atau Uzbekistan sebelum dikonfirmasi pada Rabu pagi bahwa dia melarikan diri ke Uni Emirat Arab .Ghani kepada publik pada Rabu dan menyatakan dia sepenuhnya bermaksud kembali ke Afghanistan dalam waktu dekat untuk memberikan"keadilan" bagi semua warga negara Afghanistan.
"Saya sedang berkonsultasi dengan orang lain sampai saya kembali sehingga saya dapat melanjutkan upaya saya untuk keadilan bagi warga Afghanistan," tutur Ghani, mengulangi bahwa dia memilih meninggalkan negaranya untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan mencegah"bencana besar" setelahnya.Pasukan Taliban melanggar janji untuk tidak memasuki Kabul selama akhir pekan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Mantan Ajudan Sebut Ashraf Ghani Tinggalkan Afghanistan Tanpa Membawa UangSeorang mantan pejabat senior eks Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengatakan Ghani meninggalkan Kabul pada 15 Agustus hanya dengan pakaian yang dia kenakan. TempoDunia
Read more »
Dubes Afghanistan Minta Interpol Tahan Presiden GhaniDubes Afghanistan di Tajikistan meminta Interpol menahan Ashraf Ghani yang melarikan diri ke luar negeri sambil membawa kabur uang negara senilai US$169 juta. CNNIndonesia detiknetwork
Read more »
Hancurkan Aset Militer yang Direbut Taliban, Biden Pertimbangkan Serangan UdaraAmerika Serikat (AS) dilaporkan mempertimbangkan serangan udara ke Afghanistan untuk menghancurkan peralatan militer yang jatuh ke tangan Taliban. Pemerintahan...
Read more »
Biden Akui Risiko Kehilangan Nyawa di Bandara Kabul, Gambaran Kacaunya Proses EvakuasiPresiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengakui evakuasi massal dari Afghanistan 'bukan tanpa risiko kerugian'.
Read more »