Sri Mulyani: Neraca Perdagangan RI Surplus 37 Bulan Berturut-turut TempoBisnis
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pertumbuhan ekonomi global melemah, terlihat pada kinerja ekspor dan impor global yang mengalami perlemahan paling dalam pada tahun ini. Perekonomian global hanya tumbuh sedikit di atas 2 persen.
Mneurut Sri Mulyani, optimisme masyarakat masih sangat kuat. Ditambah lagi pada April dan Mei 2023 banyak terjadi libur panjang, sehingga hari kerja juga akan mempengaruhi stastistik ekspor dan impor di Bea Cukai. Selain itu, Purchasing Managers' Index manufaktur Indonesia kembali pulih di level 52,5 setelah sempat mengalami penurunan mendekati 50.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Sri Mulyani dan Gubernur BI Menghadap ke DPR Hari Ini, Lapor Kinerja APBNMenkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Perry Warjiyo menghadap ke DPR RI pada hari ini, Senin (10/7/2023) untuk melaporkan kinerja APBN Semester I/2023.
Read more »
Segini Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi di Semester I-2023Pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5 persen selama enam kuartal berturut-turut.
Read more »
Sri Mulyani: Pengangguran RI Turun Signifikan, Kemiskinan Kembali Single DigitMenteri Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka pengangguran di Indonesia saat ini sudah berada di level 5,45 persen.
Read more »
Pendapatan Pajak Capai Rp 970 Triliun di Juni 2023, Badan Anggaran Apresiasi Sri MulyaniRealisasi penerimaan pajak pada akhir Juni 2023 mencapai Rp 970,2 triliun atau 56,5 persen dari target. Penerimaan pajak tumbuh 9,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Read more »
Belanja Pegawai Semester I-2023 Naik, Sri Mulyani Sebut Didorong Peningkatan Gaji, Tukin, hingga THRBelanja pegawai pada semester I-2023 ini tercatat naik 11,1 persen. Sri Mulyani ungkap ada dorongan dari pembayaran gaji, tukin hingga, THR dan gaji ke-13.
Read more »
Sri Mulyani Pede Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.818 Triliun di Akhir 2023Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimis outlook penerimaan pajak tahun ini akan melebih target yang sudah ditentukan sebesar Rp 1.818,2 triliun atau mencapai 105,8 persen.
Read more »