Soal Nama Nusantara, Pemerintah Diminta Jelaskan Perbedaan Dulu dan Sekarang |Republika Online

South Africa News News

Soal Nama Nusantara, Pemerintah Diminta Jelaskan Perbedaan Dulu dan Sekarang |Republika Online
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 30 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 15%
  • Publisher: 63%

Pakar menilai dulu Nusantara digunakan sebagai frasa untuk menyebut kawasan Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah secara resmi telah menetapkan Ibu Kota Negara Indonesia yang baru bernama Nusantara. Nama Nusantara dipakai dengan mengeliminasi 79 nama lain yang diusulkan para ahli bahasa dan sejarah. Di antaranya yakni Negara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, dan sebagainya.

Baca Juga “Mengapa menyebutnya dengan kata di luar, ya karena berhubungan dengan pulau-pulau di luar Jawa yang dahulu menyatu oleh karena tokoh Gajah Mada melalui Sumpah Palapa,” kata Purnawan, Ahad . "Namun dahulu kan belum ada kata Indonesia. Sehingga orang yang datang ke Indonesia kemudian menyebutnya dengan Nusantara,” ujar Purnawan.

Terkait hal ini, kata dia, harus ada penegasan yang membedakan makna Nusantara dari sisi arti dan sejarah dengan Nusantara sebagai IKN. Jangan sampai hal itu kemudian mengganggu pembelajaran sejarah Indonesia di masa yang akan datang.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Pakar HTN UI Sarankan IKN Berstatus Provinsi Dipimpin GubernurPakar HTN UI Sarankan IKN Berstatus Provinsi Dipimpin GubernurPakar HTN UI Sarankan IKN Berstatus Provinsi Dipimpin Gubernur. Novrizal menjelaskan bahwa pada Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 disebutkan Republik Indonesia terdiri atas provinsi, kabupaten, kota, serta memiliki dewan perwakilan rakyat daerah.
Read more »

Pakar Bawa Angin Segar tentang Kapan Pandemi COVID-19 RI BerakhirPakar Bawa Angin Segar tentang Kapan Pandemi COVID-19 RI BerakhirEpidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memprediksi pandemi akan segera berakhir. Hal ini karena RI sudah memiliki modal mengakhiri krisis.
Read more »

Pakar Tegaskan Gelombang Omicron Berbeda dengan Gelombang DeltaPakar Tegaskan Gelombang Omicron Berbeda dengan Gelombang DeltaSituasi pandemi Covid-19 saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi gelombang kedua saat varian Delta muncul pada 2021 lalu.
Read more »

Penjelasan Pakar Sejarah Ini Tegaskan Islam Lawan Perbudakan |Republika OnlinePenjelasan Pakar Sejarah Ini Tegaskan Islam Lawan Perbudakan   |Republika OnlineMisi Islam antara lain adalah menghapus perbudakan di muka bumi
Read more »

Kedisiplinan Protokol Kesehatan Siswa Rendah, Pakar Dorong PTM 100% Banjarmasin DihentikanKedisiplinan Protokol Kesehatan Siswa Rendah, Pakar Dorong PTM 100% Banjarmasin DihentikanAnak-anak dapat menularkan ke anggota keluarganya di rumah termasuk lanjut usia. Kondisi ini diperparah jika mereka memiliki komorbit hingga belum divaksin.
Read more »

[Kolom Pakar] Prof Tjandra: Kematian Akibat COVID-19 Juga Meningkat, Dua Analisis Perlu Dilakukan[Kolom Pakar] Prof Tjandra: Kematian Akibat COVID-19 Juga Meningkat, Dua Analisis Perlu DilakukanSelain peningkatan kasus infeksi, terdapat penambahan angka kematian akibat COVID-19 mencapai 42. Kenaikan jumlah kematian meningkat 10 kali lipat dibanding bulan lalu.
Read more »



Render Time: 2025-04-05 16:31:07