SKK Migas menjelaskan alasan melakukan ekspor gas hasil dari Blok Tuna ke Vietnam.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menjelaskan alasan melakukan ekspor gas hasil dari Blok Tuna ke Vietnam.
"Terkait dengan Tuna ini kenapa kita kirim ke Vietnam hanya tinggal 10 km kemudian di situ ada eksiting gas production facility punya Harbour tetapi KKKS dengan Vietnam ini bisa disinergikan dibaningkan harus ditarik ke domestik 600 km," kata Nanang di Gedung SKK Migas dikutip, Rabu . Tidak hanya itu, Nanang juga menyebut harga yang diberikan oleh Vietnam dapat menjadi modal bagi proyek-proyek yang terdapat di perbatasan.
Blok Tuna ini dioperatori oleh Premier Oil Tuna B.V. dengan hak partisipasi 50 persen. Premier Oil bermitra dengan perusahaan migas pelat merah asal Rusia, Zarubezhneft lewat anak perusahaannya, ZN Asia Ltd yang juga memegang hak partisipasi 50 persen.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
SKK Migas Buka Suara soal Mitra Baru Pengembangan Blok MaselaSKK Migas buka suara terkait dengan mitra baru dalam pengembangan blok Masela.
Read more »
Buru 'Harta Karun' Migas Jumbo di Papua, SKK Migas Lakukan Studi LanjutanPengembangan Cekungan Warim di Papua yang sebagian areanya tumpang tindih dengan Taman Nasional Lorentz masih membutuhkan studi lanjutan
Read more »
Indonesia Mau Larang Ekspor Gas? Ini Kata SKK MigasSKK Migas angkat suara perihal rencana Pemerintah Indonesia untuk melarang ekspor gas ke luar negeri.
Read more »
Luhut Usul Setop Ekspor Gas, SKK Migas: Kebijakan Pemerintah untuk Domestik'Mengenai larangan ekspor, saya kira tadi sudah saya sampaikan, bahwa memang kebijakan pemerintah ya adalah memanfaatkan untuk domestik,' kata Kurnia.
Read more »
Repsol Lepas Blok Andaman III, Pengamat: Investor Masih Hati-hati InvestasiKeputusan Repsol mengembalikan Blok Andaman III kepada pemerintah dinilai sebagai sinyal bahwa investor masih hati-hati berinvestasi di hulu migas Indonesia.
Read more »
Gegara Hal Ini, Realisasi Lifting Migas Semester I 2023 Masih LoyoSKK Migas mencatat lifting minyak pada semester I 2023 sebesar 615,5 ribu barel per hari. Capaian ini di bawah target APBN 2023 sebesar 660 ribu barel per hari.
Read more »