Singapura baru-baru ini merilis hasil studi mengenai efektivitas vaksin COVID-19 terhadap potensi penyakit parah akibat infeksi virus SARS-CoV-2.
Studi oleh para ahli penyakit menular ini melihat perbedaan kemanjuran vaksin antara vaksin berbasis mRNA, seperti yang Pfizer-BioNTech/Comirnaty, dan yang menggunakan virus COVID-19 yang tidak aktif atau inactivated seperti Sinovac.
Dikutip dari Strait Times, studi menemukan, dibandingkan dengan orang yang memilih vaksin Pfizer, penerima Sinovac 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi COVID-19. Selain itu vaksin Sinovac 60 persen efektif melawan penyakit parah, sementara Pfizer 90 persen.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Normalisasi Ibadah di Masjid selama Ramadan Dibayangi Penularan Covid-19Ramadan dua tahun lalu, sebagian besar masjid di Indonesia ditutup demi menghindari penularan Covid-19. Kini semuanya berubah menjadi 'normal'.
Read more »
Update Covid-19: Turun, Kasus Konfirmasi Tercatat 602Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan pada hari ini, Sabtu (16/4/2022) dengan 602 kasus.
Read more »
Satgas Khusus: Pasien Covid-19 di RSKI Galang Tersisa 36 Orang |Republika Online36 pasien Covid-19 itu seluruhnya merupakan Pekerja MIgran Indonesia (PMI).
Read more »
Vaksinasi Covid-19: Dosis Lengkap Capai 162,56 Juta SuntikanHingga hari ini, Sabtu (16/4/2022), vaksinasi Covid-19 dosis dosis lengkap di Indonesia telah mencapai 162,56 juta suntikan.
Read more »