Sejarah Misteri Segitiga Bermuda dan Teori-teori Keberadaannya
Bisnis.com, JAKARTA - Segitiga Bermuda adalah bagian mistis dari Samudera Atlantik yang dibatasi oleh Miami, Segitiga Bermuda di mana puluhan kapal dan pesawat telah menghilang. Keadaan yang tidak dapat dijelaskan mengelilingi beberapa kecelakaan ini, termasuk satu di mana pilot dari skuadron pembom Angkatan Laut AS menjadi bingung saat terbang di atas daerah tersebut, pesawat tidak pernah ditemukan.
Drama William Shakespeare"The Tempest," yang menurut beberapa ilmuan didasarkan pada kapal karam Bermuda di kehidupan nyata, mungkin telah meningkatkan aura misteri di daerah itu. “Hanya Tuhan dan laut yang tahu apa yang terjadi pada kapal besar itu,” Presiden AS Woodrow Wilsonkemudian berkata. Pada tahun 1941, dua kapal saudara Cyclops yang sama menghilang tanpa jejak di sepanjang rute yang hampir sama.
Teori Segitiga Bermuda dan Teori KontraPada saat penulis Vincent Gaddis menciptakan frasa"Segitiga Bermuda" dalam artikel majalah 1964, kecelakaan misterius tambahan telah terjadi di daerah itu, termasuk tiga pesawat penumpang yang jatuh meskipun baru saja mengirim pesan"semuanya baik-baik saja". Charles Berlitz, yang kakeknya mendirikan sekolah bahasa Berlitz, memicu legenda itu lebih jauh lagi pada tahun 1974 dengan buku terlaris yang sensasional tentang sang legenda.
Begitu pula dengan Penjaga Pantai AS, yang mengatakan: “Dalam tinjauan atas banyak kehilangan pesawat dan kapal di daerah itu selama bertahun-tahun, tidak ada temuan yang mengindikasikan bahwa korban adalah akibat dari apa pun selain penyebab fisik. Tidak ada faktor luar biasa yang pernah diidentifikasi.”