Rupiah terpantau masih melemah 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp 15.009 per dolar AS. Sehari sebelumnya, rupiah berada di kisaran 15.004 per dolar AS.
TEMPO.CO, Jakarta - Sehari sebelumnya, rupiah berada di kisaran 15.004 per dolar AS.Sebelumnya, Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah pada hari ini bakal dibuka berfluktuatif. Meski begitu, nilai tukar rupiah akan ditutup melemah di rentang Rp 14.080 - 15.060 per dolar AS.
The Fed sebelumnya menyetop siklus kenaikan suku bunga selama setahun untuk menilai dampaknya terhadap inflasi dan prospek ekonomi negara. Hal ini juga mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut ke depan.Selanjutnya: Kesaksian Powell kepada Komite Layanan Keuangan...Kesaksian Powell kepada Komite Layanan Keuangan DPR pada hari Rabu dan Komite Perbankan Senat pada hari Kamis ini juga akan dilihat sebagai isyarat tentang kebijakan moneter AS.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rupiah Kembali Melemah Tembus Level Rp 15.000 per Dolar ASPukul 09.13 WIB, rupiah melemah sebesar 38 poin atau 0,41 persen ke posisi Rp 15.032 per dolar AS dibandingkan pada penutupan sebelumnya senilai Rp 14.994 per dolar AS.
Read more »
Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp15.009 per dolar ASRupiah pada pembukaan perdagangan Rabu pagi melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp15.009 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.004 per dolar AS.
Read more »
Rupiah Nyaris Tembus Rp 15.000/US$, Ini PenyebabnyaNilai tukar rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (19/6/2023).
Read more »
Bikin Lega, Dolar Balik Ke Bawah Rp 15.000Nilai tukar rupiah kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus harga psikologis Rp 15.000
Read more »
Analis: Rupiah Melemah Karena Pelaku Pasar cerna Prospek The Fed - Jawa PosPelaku pasar keuangan memperkirakan the Fed bakal menaikkan kembali suku bunga di sisa bulan tahun 2023.
Read more »