Hotline Badan Yahudi menerima ribuan telpon warga yang ingin segera pindah ke Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Sekitar 2.500 orang Yahudi Ukraina telah meminta untuk berimigrasi dan mengambil kewarganegaraan Israel. Setelah invasi Rusia di Ukraina, Badan Yahudi, yang menangani masalah imigrasi, membuat hotline khusus untuk membantu para pengungsi yang ingin pindah ke Israel.
Baca Juga "Dari sana, mereka akan melintasi perbatasan ke Ukraina setiap hari, bersama dengan tim diplomatik Israel, kami terus membantu orang-orang Yahudi Ukraina yang ingin berimigrasi ke Israel," ujar pernyataan Badan Yahudi, dilansir Middle East Monitor, Selasa .
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Volodymr Zelensky, Presiden Ukraina yang Ternyata Keturunan YahudiGELORA.CO - Volodymyr Zelensky menjadi sosok sentral di tengah konflik antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Terpilih seb...
Read more »
Rusia: Israel Tawarkan Diri Tengahi Krisis UkrainaPerdana Menteri Israel Naftali Bennett, Minggu (27/2), menawarkan diri untuk menjadi mediator untuk menengahi permusuhan Moskow. Kremlin mengatakan tawaran itu muncul dalam percakapan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Tawaran itu terjadi menyusul permintaan Ukraina kepada...
Read more »
Kedubes Ukraina di Israel Galang Relawan untuk Lawan RusiaKedubes Ukraina di Israel mengeluarkan permohonan bagi warga Israel dan sukarelawan lainnya untuk mendaftar dan bergabung dalam perang melawan invasi Rusia. Selengkapnya: 👇 Ukraina
Read more »
Presiden Ukraina Zelensky Minta Israel Jadi Penengah dengan RusiaTawaran itu menyusul permintaan Ukraina selama berbulan-bulan kepada Israel untuk menjadi perantara.
Read more »
Wanita Ukraina Ini Daftar Jadi Tentara Amatir untuk Perang Lawan Rusia: Saya Lelah Hanya Ketakutan - Tribunnews.comWanita Ukraina Ini Daftar Jadi Tentara Amatir untuk Perang Lawan Rusia: Saya Lelah Hanya Ketakutan via tribunnews
Read more »