Naiknya harga logam timah akibat menyusutnya suplai jadi faktor kenaikan laba.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Timah Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2021. Emiten berkode saham TINS ini mampu membukukan laba bersih setelah pada periode tahun lalu mengalami kerugian.
Sementara EBITDA melesat menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan periode tahun lalu Rp 348 miliar. Arus kas operasi naik signifikan menjadi Rp 2,58 triliun dibandingkan pada periode tahun lalu yang sebesar Rp 620 miliar. Di sisi lain pendapatan TINS turun 27 persen dari Rp 8,03 triliun menjadi Rp 5,87 triliun.
Meski demikian, pandemi yang berkepanjangan membuat operasional TINS tidak berjalan normal. Hal ini berdampak terhadap menurunnya performa produksi, baik itu produksi bijih timah maupun logam timah.