Joe Biden mengatakan Ajay Banga memiliki kemampuan yang unik untuk memimpin Bank Dunia pada saat-saat kritis saat ini.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mencalonkan mantan Presiden dan CEO Mastercard Ajay Banga untuk memimpin Bank Dunia menggantikan David Malpass yang mengundurkan diri.
Sebelum bergabung dengan Mastercard, Banga menjabat sebagai CEO Citigroup untuk wilayah Asia Pasifik. Ia bertanggung jawab atas seluruh lini bisnis perusahaan di wilayah tersebut, termasuk perbankan institusional, investasi alternatif, wealth management, consumer banking, dan kartu kredit. Sebagai anak dari seorang jenderal angkatan darat, Banga mengatakan bahwa masa kecilnya yang dihabiskan dengan berpindah-pindah kota di India membuatnya sangat mudah beradaptasi.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Dinkes Papua Apresiasi Dukungan Bank Dunia untuk Penanganan StuntingDinas Kesehatan Provinsi Papua memberikan apresiasi kepada Bank Dunia atas dukungan terhadap penanganan stunting di Bumi Cenderawasih - sebutan untuk Papua.
Read more »
Ada Tekanan, Dewan Eksekutif Bank Dunia akan Merilis Kriteria Presiden BaruDewan beranggotakan 25 orang itu, di bawah tekanan untuk mereformasi operasinya guna menanggapi perubahan iklim dan tantangan global lainnya secara lebih agresif.
Read more »
Dewan Eksekutif Bank Dunia Bergerak Pilih Presiden Berikutnya |Republika OnlineDavid Malpass secara mengejutkan mundur dari jabatan sebelum waktunya.
Read more »
Mantap Jadi Bank Digital, Bank Raya Makin Fokus Kembangkan Keuangan BerkelanjutanNilai pembiayaan yang disalurkan untuk sektor KUB tahun 2022 mencapai 31,5% dari total kredit Perseroan
Read more »
Bank Mandiri Raih Gelar Indonesia's Best FX Bank 2023Penghargaan yang diraih Bank Mandiri berkat keunggulan dalam transaksi valuta asing.
Read more »
Diskusi Keringanan Utang di G20 Diperkirakan akan SulitTantangan utama yang harus diatasi kelompok itu adalah permintaan Tiongkok agar Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral (MDB) lainnya berpartisipasi dalam pengurangan utang.
Read more »