Penolakan terjadi sebagai reaksi dari pernyataan Menag Yaqut yang menjelaskan SE Menag 05 tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara masjid dan musala menagyaqutjadisorotan
sultra.jpnn.com, KENDARI - Penolakan terhadap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terjadi di sejumlah daerah. Di Sumatera Barat, politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu diharamkan menginjakkan kakinya. Demikian juga di Palembang, Sumatera Selatan. Penolakan Gus Yaqut diwarnai dengan aksi demonstrasi. Penolakan ini terjadi sebagai reaksi dari pernyataan Menag Yaqut yang menjelaskan SE Menag 05 tahun 2022 tentang pedoman penggunaan pengeras suara masjid dan musala.
menimbulkan resistensi dan perlawanan secara masif dari masyarakat. Untuk itu, Kapitra meminta Presiden Joko Widodo mengganti Menag Yaqut. "Saya melihat bahwa harusnya presiden mengevaluasi, Menteri Agama seperti ini harus diganti. Harus diganti," kata Kapitra kepada JPNN.com, Kamis .Baca Juga: Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman menyarankan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengundurkan diri dari jabatan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kemenag Tegaskan Menag Yaqut Tak Pernah Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan AnjingSebelumnya, Menag Yaqut menuai kritik karena dianggap telah membandingkan pengeras suara di masjid dengan suara gonggongan anjing. Pihak Kementerian Agama lantas memberikan klarifikasi.
Read more »
Menag Yaqut Terancam Tak Bisa ke Minangkabau Usai Kontroversi 'Toa Masjid-Gonggongan Anjing'Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatra Barat ikut mengecam pernyataan kontroversial Menag Yaqut. Bahkan rencananya, Yaqut bakal dilarang prgi ke tanah Minangkabau.
Read more »
Angga Putra Ikut Komentar Soal Kontroversi Aturan Toa Masjid, Beri Sentilan Menohok ke Menag YaqutIkut bersuara, Angga Putra beri tanggapan soal aturan toa masjid dan suara azan yang dibandingkan dengan gonggongan anjing oleh Menteri Agama. Begini katanya.
Read more »