Populisme Tidak Pernah Baik untuk Ekonomi | Ekonomi - Bisnis.com

South Africa News News

Populisme Tidak Pernah Baik untuk Ekonomi | Ekonomi - Bisnis.com
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 Bisniscom
  • ⏱ Reading Time:
  • 59 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 59%

Populisme Tidak Pernah Baik untuk Ekonomi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia meluncurkan larangan ekspor minyak sawit, menyebutnya sebagai tindakan sementara yang diperlukan untuk memastikan pasokan dan keterjangkauan minyak goreng di pasar domestik.

Akan tetapi semua ini dapat menghasilkan harga tinggi untuk barang-barang individual. Mereka tidak dapat menghasilkan kenaikan harga barang secara umum. Mereka dapat menyebabkan naik atau turun sementara dalam tingkat inflasi. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa “kondisi yang diperlukan dan cukup untuk tingkat harga yang terus meningkat adalah bahwa jumlah uang akan meningkat relatif terhadap persediaan barang dan jasa. Hanya hal tersebut yang menjadi sumber inflasi yang bertahan” .

Hanya ada satu cara untuk memungkinkan ketegangan ini diselesaikan dalam periode waktu tertentu: harga tinggi sementara meluncurkan sinyal keuntungan bagi produsen, yang kemudian didorong untuk meningkatkan produksi mereka; dengan pasokan tumbuh untuk memenuhi permintaan, harga bisa menjadi turun. Inflasi yang terjadi saat ini disebabkan oleh ekspansi permintaan moneter yang berlebihan yang dimulai pada tahun 2020. Berapa lama inflasi yang sekarang lebih tinggi dari target akan berlanjut? Jawabannya sederhana. Selama pertumbuhan permintaan moneter lebih cepat daripada pertumbuhan output, sehingga menyebabkan tingkat harga rata-rata menyesuaikan ke atas.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

Bisniscom /  🏆 23. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Ekonom: Instruksi Mendagri Belanjakan 40 Persen APDB untuk Produk Lokal Harus Dikawal Demi Pemulihan Ekonomi - Pikiran-Rakyat.comEkonom: Instruksi Mendagri Belanjakan 40 Persen APDB untuk Produk Lokal Harus Dikawal Demi Pemulihan Ekonomi - Pikiran-Rakyat.comMendagri Tito instruksikan daerah memasukkan pembelian barang jasa dalam negeri sebesar 40 persen masuk dalam APBD.
Read more »

Dear Pemudik, 21 Rest Area Disiapkan untuk Jalan Tol Bakauheni-Kayu Tinggi | Ekonomi - Bisnis.comDear Pemudik, 21 Rest Area Disiapkan untuk Jalan Tol Bakauheni-Kayu Tinggi | Ekonomi - Bisnis.comBakauheni-Terbanggi Besar terdapat 12 rest area, sedangkan Terbanggi Besar-Kayu Tinggi terdapat 9 rest area.
Read more »

Menparekraf dan Menhub Lepas Tim Jelajah Lebaran Harian Bisnis Indonesia 2022 | Ekonomi - Bisnis.comMenparekraf dan Menhub Lepas Tim Jelajah Lebaran Harian Bisnis Indonesia 2022 | Ekonomi - Bisnis.comMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno memprediksi perputaran uang yang terjadi selama mudik lebaran tahun ini mencapai Rp72 triliun dari total 80 juta pemudik.
Read more »

Lepas Tim Jelajah Bisnis Indonesia, Ini Pesan Menhub | Ekonomi - Bisnis.comLepas Tim Jelajah Bisnis Indonesia, Ini Pesan Menhub | Ekonomi - Bisnis.comMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bisnis Indonesia secara konsisten melakukan program jelajah yang dinilai penting untuk mengkomunikasikan informasi mudik kepada masyarakat.
Read more »

Hotel di Rest Area Bisa Jadi Peluang Bisnis Baru | Ekonomi - Bisnis.comHotel di Rest Area Bisa Jadi Peluang Bisnis Baru | Ekonomi - Bisnis.comPengembangan hotel di rest area dapat menjadi peluang bisnis baru di masa mendatang selama lokasinya sesuai.
Read more »

Perluas Pasar Indonesia Bagian Timur, Indomaret Siapkan Jalur Distribusi | Ekonomi - Bisnis.comPerluas Pasar Indonesia Bagian Timur, Indomaret Siapkan Jalur Distribusi | Ekonomi - Bisnis.comPT Indomarco Prismatama atau Indomaret berencana untuk semakin merambah pasar Indonesia bagian Timur seperti Sulawesi Tengah hingga Papua Barat dengan membuka jalur distribusi.
Read more »



Render Time: 2025-04-06 10:28:12