Polisi dalami kasus si kembar bernama Rihana dan Rihani yang diduga melakukan penipuan jual-beli ponsel dengan total kerugian korban mencapai Rp35 miliar.
Ilustrasi - Modus penipuan menggunakan sistem aplikasi melalui ponsel. ANTARA/Imam Budilaksono.
Irwandhy menambahkan, sudah ada beberapa laporan yang sudah masuk sehingga proses penyelidikan akan terus berjalan. "Kami tergiur dengan harga promo dan saat itu barang yang kami terima benar bergaransi resmi Indonesia," kata Vicky.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Viral Kasus Penipuan iPhone Si Kembar, Korban Rugi Rp 35 MiliarViral kasus penipuan iPhone yang diduga dilakukan oleh saudari kembar Rihana dan Rihani. Banyak yang jadi korban dengan kerugian mencapai Rp 35 miliar!
Read more »
Update Kasus Gadis ABG 15 Tahun Disetubuhi 11 Pria, Kades, Guru hingga Oknum Polisi di MoutongPolisi berhasil menangkap dua dari tiga pelaku persetubuhan terhadap gadis ABG (15) di Kabupaten Parigi Moutong. Dua tersangka itu ditangkap di pulau Kalimantan
Read more »
Oknum Polisi Jadi Tersangka Kasus Tindak Asusila di SultengKapolda Sulawesi Tengah Irjen Agus Nugroho mengatakan penyidik telah menetapkan oknum polisi sebagai tersangka dalam kasus tindak asusila pada anak perempuan dibawah umur
Read more »
Perwira Polisi Akhirnya Ditetapkan Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak 15 Tahun di Parimo SultengIpda HDR akhirnya ditetapkan tersangka kasus pemerkosaan anak 15 tahun di Parigi Moutong Sulteng. Dia pun ditahan di Polda Sulteng.
Read more »
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Penemuan Bayi di Bekasi TimurPolsek Bekasi Timur memeriksa 4 orang terkait kasus penemuan bayi di tempat sampah di Bekasi Timur. Keempatnya adalah saksi
Read more »
Polisi: Oknum anggota Polri ditetapkan tersangka kasus asusilaKepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Irjen Pol Agus Nugroho menyebutkan pihaknya telah menetapkan MKS yang merupakan oknum anggota Polri sebagai ...
Read more »