ada risiko rupiah kembali melemah melihat data aktivitas manufaktur yang sedikit melambat, serta inflasi diprediksi naik lagi.
Secara teknikal, rupiah masih jauh di atas Rp 15.090/US$, yang akan menjadi kunci pergerakan.
Level tersebut merupakan Fibonacci Retracement 50%, yang ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp 13.565/US$ dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp 16.620/US$. Rupiah yang disimbolkan USD/IDR juga bergerak di atas rerata pergerakan 200 hari , yang memberikan tekanan lebih besar. Pelemahan Mata Uang Garuda saat ini masih tertahan oleh MA 100.
Resisten terdekat berada di kisaran Rp 15.270/US$ - Rp 15.280/US$. Jika Ditembus, ada risiko rupiah merosot ke Rp 15.400/US$ - Rp 15.450/US$ di pekan ini. Indikator Stochastic pada grafik harian kini berada di wilayah jenuh beli dalam waktu yang cukup lama.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Inflasi Februari 2023 Diramal Bakal Melandai, Ini Pendorongnya!Simak faktor pendorong inflasi Indonesia yang diprediksi akan melandai pada Februari 2023.
Read more »
Inflasi Diramal Naik Lagi, Apa Kabar Pasar Finansial RI?investor tampak mulai kembali berbondong-bondong memasuki pasar saham domestik
Read more »
Jelang Rilis Data Inflasi RI, IHSG Hari Ini Diramal FluktuatifSaham tambang dan energi berorientasi ekspor dapat kembali diperhatikan hari ini, termasuk INCO, ANTM, MDKA, ADMR dan HRUM.
Read more »
OJK Catat Kredit Perbankan Melambat pada Awal 2023OJK mencatat kredit perbankan pada Januari 2023 tembus Rp6.310,88 triliun atau tumbuh melambat sebesar 10,53 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Read more »
OJK Ungkap Pertumbuhan Kredit Melambat |Republika OnlinePertumbuhan itu melambat dibandingkan capaian Desember 2022.
Read more »
Suku Bunga The Fed Diramal Capai 6 Persen, BI Beberkan Dampaknya ke IndonesiaBI memandang kenaikan suku bunga The Fed akan berdampak tidak langsung ke rupiah serta ekonomi Indonesia.
Read more »