Perdana Menteri (PM) Australia dan PM India mengeluarkan pernyataan bersama terkait situasi di Ukraina.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan PM India Narendra Modi mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi Ukraina.
Pernyataan yang diunggah di situs resmi perdana menteri Australia mengatakan kedua pemimpin negara itu mengulangi seruan perlunya gencatan permusuhan segera dan penyelesaian konflik secara damai. Berdasarkan 50 poin pernyataan bersama mereka, kedua pemimpin juga menyambut berlakunya Perjanjian Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan India-Australia pada Desember tahun lalu yang menekankan peluang untuk mendiversifikasi dan memperluas perdagangan dua arah.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Duka Warga Ukraina atas Tewasnya Pahlawan Ukraina dalam Perang Melawan Tentara RusiaTewasnya Dmytro Kotsiubailo, prajurit dan pahlawan tentara Ukraina tewas dalam perang melawan tentara Rusia membuat duka warga Ukraina
Read more »
Ukraina Tindak Tegas Gereja Ortodoks Ukraina yang Dinilai Pro-RusiaPara pejabat Ukraina menindak Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) yang pro-Rusia. Para pengurus gereja pun diperintakan meninggalkan kompleks biara.
Read more »
Australia dan India Tingkatkan Kerja Sama PertahananAustralia dan India pada Sabtu (11/3) sepakat memperkuat dan memperdalam hubungan di berbagai bidang seperti ekonomi, pertahanan, investasi, pendidikan
Read more »
Subaru Crosstrek Debut Perdana di Ajang Gaikindo Jakarta Auto WeekSubaru Indonesia memanfaatkan acara Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 untuk meluncurkan pertama kalinya di Indonesia the all-new Subaru Crosstrek.
Read more »
Xi Jinping Resmi Jadi Presiden China Tiga Periode, Siapkan Sosok Ini untuk Jadi Perdana MenteriXi Jinping resmi jadi Presiden China untuk periode ketiga setelah disumpah pada Jumat. Ia pun mulai mengonsolidasikan kekuatan untuk mendukung pemerintahannya.
Read more »
Jadi Perdana Menteri China, Li Qiang Ditugaskan Kelola EkonomiLi Qiang dianggap pragmatis dan ramah bisnis, pria berusia 63 tahun itu dihadapkan pada tugas berat untuk menopang pemulihan ekonomi China pasca Covid-19.
Read more »