Puluhan petugas dari Instalasi Farmasi dan Pengelola Program Imunisasi se-NTT mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan vaksin Covid-19.
PULUHAN petugas dari Instalasi Farmasi dan Pengelola Program Imunisasi kabupaten dan kota se-Nusa Tenggara Timur mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan vaksin Covid-19 di Kupang, Rabu .
SOP penyimpananan dan manajemen vaksin Covid-19 harus diperhatikan agar vaksin tetap aman dan terjaga pada suhu yang sudah ditetapkan yakni 2-8 derajat Celcius untuk vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Tidak hanya vaksin Covid-19 tetapi juga vaksin lainnya seperti HB 0, pentavalent, IPV, DT, dan TT. "Harapan dari kegiatan ini adalah kita dapat memperkecil kesalahan dan kerusakan vaksin yang disebabkan oleh kesalahan tempat penyimpanan dan kesalahan distribusi vaksin. Sehingga dapat dipastikan bahwa vaksin yang digunakan masih berkualitas baik dan mempunyai manfaat untuk kekebalan tubuh," kata Perwakilan UNICEF NTB dan NTT, Yudhistira Yewangoe.
Contohnya vaksin yang seharusnya disimpan pada suhu 2-8 derajat Celcius di dalam kulkas atau cold room, tetapi disimpan di dalam freezer minus 15 sampai minus 25 derajat Celcius atau sebaliknya. Menurut Simanjuntak, tugas pengelola vaksin tidak cukup sampai pada menjaga rantai dingin di gudang farmasi, tetapi juga mengajarkan kepada petugas puskesmas untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, mutu vaksin tetap terjaga dan menghindari terjadinya kejadian ikutan pasca imuninasi .Dalam waktu dekat akan segera digelar kampanye imunisasi Campak-Rubella pada kelompok umur 9-12 tahun.