Perusahaan Senjata Internasional Siap Bangun Pabrik di Ukraina, tapi setelah Perang Usai TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan pertahanan Barat tertarik untuk membangun pabrik senjata di Ukraina - tetapi setelah perang berakhir, demikian sejumlah eksekutif yang dihubungi oleh Reuters di Paris Airshow, Kamis, 22 Juni 2023.Ukraina sangat ingin meningkatkan persenjataannya, dari drone dan amunisi hingga tank, saat berjuang untuk mengusir invasi Rusia, dengan mendirikan perusahaan senjata di dalam negeri. Mereka juga mencari peluang kerja dan menstabilkan ekonomi yang dirusak oleh perang.
Para pejabat Ukraina menolak mengomentari kekhawatiran perusahaan pertahanan atau mengatakan apakah mereka menawarkan asuransi atau insentif lain untuk investasi. Perusahaan asuransi utama umumnya mengecualikan Ukraina dari polis, karena risikonya terlalu besar, meskipun Inggris dan Prancis mengatakan secara terpisah pada Rabu bahwa mereka sedang merencanakan mekanisme asuransi risiko perang untuk membantu pemulihan Ukraina.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rusia Ngamuk, Nyaris Selusin Gudang Senjata Tentara Ukraina DiberangusSerangan terjadi di Donetsk, Kharkiv, Mykolaiv dan Zaporizhzhia.
Read more »
Reaksi Sinarmas MSIG Life (LIFE) Setelah Mendapatkan Notasi X dari BEISinarmas MSIG menyebut penetapan notasi khusus X pada perusahaan disebabkan rendahnya nilai transaksi harian perusahaan.
Read more »
Tingkatkan Produktivitas Karyawan, BNI dan KONI Gelar Turnamen GolfMelalui turnamen ini, BNI berharap dapat memperkuat sinergi antara perusahaan-perusahaan nasional dan meningkatkan produktivitas karyawan.
Read more »
10 Perusahaan Awal Taiwan Tawarkan Kerja sama TeknologiSebanyak sepuluh perusahaan awal Taiwan menawarkan kerja sama teknologi perusahaan di Indonesia.
Read more »
Rumah Sakit Internasional Akan Dibangun di IKN, Bisa untuk Pasien BPJSRumah sakit ini ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2024.
Read more »