Regulasi PLTS Atap janga Beri Celah
RENCANA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen terus dikritisi.
Menurut doktor teknik nuklir dari Jepang ini, jika pemerintah ingin mendorong energi baru dan terbarukan dan menggerakkan minat masyarakat maka pemerintah harus memfasilitasi, seperti ada insentif atau regulasi yang mendukung. Rancangan permen ESDM soal PLTS Atap dinilai bagus untuk mendorong produksi listrik EBT.
Menurut Mulyanto, pengembangan PLTS Atap di wilayah yang surplus dinilai tidak ada urgensinya dan tidak tepat. Dia meminta pemerintah melihat secara objektif kewajaran produksi listrik di setiap tempat. Besaran itu ditentukan oleh kewajaran kebutuhan dimana listrik itu diproduksi. “Tentu besaran produksi listrik di perumahan berbeda dengan industri," tegas Mulyanto. Hal ini, kata Mulyanto, perlu diatur agar tidak ada pengusaha yang membonceng Permen ini untuk kepentingan bisnisnya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan 70 MWp PLTS Atap akan terpasang pada akhir tahun ini. Pemerintah mendorong pemanfaatan PLTS Atap yang lebih luas lagi dengan menerbitkan aturan yang ramah bagi pengguna teknologi itu.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
PLTS Atap Bisa Sukses Dengan Beberapa CatatanPerlu dipastikan kesediaan orang Indonesia menggunakan teknologi ini sudah tinggi atau belum.
Read more »
Pakar Beri 4 Catatan Bila Ingin Rencana Pengembangan PLTS Atap BerhasilCatatan pada pasar yang berhasil mengembangkan teknologi PLTS atap, yaitu Uni Eropa.
Read more »
Revisi Aturan PLTS Atap, IRESS: Bisnis dan Perburuan Rente Lebih MengemukaJika berbagai aspek strategis di atas belum terpenuhi secara harmonis dan seimbang, maka revisi Permen ESDM No.49/2018 harus ditunda. PLTSAtap
Read more »
Revisi Aturan PLTS Atap Diminta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakadilan SistemikRencana revisi Permen ESDM No.49/2018 dinilai lebih fokus pada pertimbangan aspek ekonomi dan bisnis.
Read more »
Komit ESG, Pertamina Turunkan Emisi Karbon 3 Ribu Ton Per Tahun dari PLTS Badak LNGPT Pertamina (Persero) melalui anak usaha Pertamina NRE (PNRE), PT Badak LNG, telah berhasil menurunkan emisi karbon kurang lebih sebesar 3 ribu ton per tahun....
Read more »