Rusia dilaporkan menggunakan media sosial secara efektif sebagai mesin propaganda dan disinformasi menjelang dan saat invasi ke Ukraina
Tahun 2014, Rusia membanjiri internet dengan akun palsu yang mendorong disinformasi tentang pengambilalihan Krimea. Delapan tahun berlalu, para ahli mengatakan Rusia melakukan upaya yang jauh lebih canggih saat menginvasi Ukraina, seperti dilaporkan Associated Press, Sabtu . Video TikTok Rusia punya semuanya, yakni kucing, anak anjing, dan latar belakang lucu yang seru, mudah dimengerti, dan sepertinya bukan bahan propaganda negara.
Upaya tersebut keluar dari gudang senjata Rusia, dengan tujuan membentuk opini melalui pertempuran disinformasi, yang diatur bersama pasukan dan senjata yang sebenarnya. Klip yang telah dilihat 775.000 kali dalam dua minggu ini, adalah karya akun bernama Funrussianprezident yang memiliki 310.000 pengikut. Hampir semua videonya menampilkan konten pro-Rusia.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Rusia Serbu Ukraina, Timnas Ukraina Banyak ke Luar NegeriTimnas Ukraina akan melanjutkan babak playoff Piala Dunia Qatar 2022 di luar negeri.
Read more »
Rusia Perang Lawan Ukraina, Begini Nasib Zenit dan Dynamo KievPada Kamis (24/2/2022), Zenit Saint Petersburg akan memainkan putaran kedua masa playoff tandang melawan Real Betis pada Liga Eropa.
Read more »
Tawanan Perang Pertama, Ukraina Tangkap Tentara RusiaDua tentara Rusia telah ditangkap oleh tentara Ukraina, menurut Tim Intelijen Konflik (CIT), kelompok penyelidik yang berbasis antara Rusia dan Ukraina. Dua tentara...
Read more »
Rusia Serang Ukraina, Sekjen NATO: Tindakan Perang yang BrutalSekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan bahwa Rusia telah melancarkan perang terhadap Ukraina dan menghancurkan perdamaian di benua Eropa. Sekretaris...
Read more »
Putin Umumkan Perang Ukraina, Ekspor Pala-Cengkeh Sulsel ke Rusia TerancamInvasi Rusia ke Ukraina akan mengancam ekspor komoditi asal Sulsel ke negeri beruang putih, di antaranya pala dan cengkeh yang nilainya mencapai Rp 1,7 miliar.
Read more »