Perang Hingga Normalisasi Moneter, RI Masih Menarik Asing?
Jakarta, CNBC Indonesia-
Nilai tukar Rupiah terus mencatatkan pelemahan setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan 50 bps, dalam sebulan terakhir Rupiah telah melemah 2,7%. SEVP Treasury BCA, Branko Windoe menilai sentimen perang Rusia yang mendorong lonjakan harga komoditas, penanganan pandemi cvoid-19 yang semakin baik diharapkan mampu menopang perekonomian sehingga dapat menarik investor asing sehingga daya tahan Rupiah dapat terjaga.
Seperti apa daya tarik Indonesia di tengah berbagai sentimen global saat ini? Selengkapnya simak dialog Muhammad Gibran dengan Senior Executive Vice President Treasury
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Yield SUN Berpotensi Naik hingga 8,42 Persen, Imbas Pengetatan Moneter Global | Market - Bisnis.comRata-rata suku bunga dalam pelaksanaan lelang terakhir pada 11 Mei 2022 adalah 6,73 persen, semakin mendekati asumsi awal APBN 2022.
Read more »
Indonesia Masters 2022 Janjikan Perang Bintang di Istora SenayanPergelaran Indonesia Masters 2022 menjanjikan tersajinya perang bintang di Istora Senayan. Sederet pemain top dunia dipastikan akan tampil.
Read more »
Waduh, Putin Bakal Ditetapkan sebagai Penjahat Perang oleh Resolusi Parlemen UkrainaParlemen Ukraina akan mengeluarkan resolusi untuk menetapkan Presiden Rusia, Vladimir Putin sebagai penjahat perang.
Read more »
Perang yang Tak Terdengar di Pulau UlarDi tengah gelegar perang antara Ukraina dan Rusia, pertempuran di Pulau Ular tak banyak dikabarkan. Padahal, pulau kecil itu penting dan strategis, termasuk untuk pengendalian lalu lintas di Laut Hitam. Internasional AdadiKompas
Read more »
AS dan Korsel Rencanakan Latihan Perang Lebih SeringAmerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) merencanakan latihan perang lebih sering di tengah ketegangan dengan Korea Utara (Korut).
Read more »