Kementerian Agama menjelaskan Menag Yaqut sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. TempoMetro
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama menegaskan Menteri Agama atau Menag Yaqut Qoumas sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag RI, Thobin Al Asyar, mengatakan pemberitaan Menag yang membandingkan dua hal tersebut sangat tidak tepat.
Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat Muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu, di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara,” katanya.Thobib mengatakan Menag hanya mencontohkan suara yang terlalu keras secara bersamaan sehingga menimbulkan kebisingan. “Jadi adanya pedoman penggunaan pengeras suara ini, umat Muslim yang mayoritas justru menunjukkan toleransi kepada yang lain,” jelasnya.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Ungkap Alasan Laporkan Cuitan Alllahmu Lemah ke Polisi, Ketum KNPI Ungkit Pindah Agama Ferdinand HutahaeanJadi yang kami cegah sebetulnya ada persepsi beda agama tersebut. Jadi kita enggak masuk ranah beda agama tapi perbandingan Allah itu, ujarnya.
Read more »
Yakin Bisa Berangkatkan Jemaah Haji Tahun Ini, Menteri Agama Kirim Tim ke ArabMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas optimistis Indonesia bisa memberangkatkan jamaah haji pada tahun ini.
Read more »
Puspomad Setop Kasus Dugaan Penistaan Agama Jenderal DudungKepala Penerangan Puspomad Letkol Cpm Agus Subur Mudjiono dalam keterangan tertulisnya menjelaskan hasil penyelidikan menunjukkan perbuatan KSAD tidak memenuhi unsur-unsur pidana.
Read more »
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jenderal Dudung DihentikanGELORA.CO -Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menghentikan kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Kepala Staf Angkatan Da...
Read more »