Pengguna Internet Makin Banyak, Bisnis Hoaks Kian Subur

South Africa News News

Pengguna Internet Makin Banyak, Bisnis Hoaks Kian Subur
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 84 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 37%
  • Publisher: 51%

Pengguna Internet Makin Banyak, Bisnis Hoaks Kian Subur Sindonews BukanBeritaBiasa .

JAKARTA - Dalam kurun satu dekade terakhir, media sosial semakin populer. Pengguna platform yang mulai dikembangkan awal 2000-an ini terus meningkat. Survei yang dipublikasikan Hootsuite menyebutkan,penggunainternet diduniamencapai 4,66 miliar orang dengan 4,22 miliar orang merupakanpenggunamedsos.

Pesatnya pertumbuhan pengguna internet yang dibarengi dengan pertumbuhan pengguna medos, selain menghadirkan dampak positif, juga mendatangkan beragam masalah. Salah satunya semakin mudahnya penyebaran informasi palsu atau yang populer disebut hoaks di masyarakat. Bahkan informasi palsu tersebut kini menjadi ladang bisnis baru. Tak hanya berkaitan dengan politik, tetapi juga sosial dan ekonomi.Penyebaran informasi palsu semakin masif di masa pandemi saat ini.

Beragam motif di balik penyebaran hoaks tersebut di antaranya motif ekonomi. Contohnya di Amerika Serikat , seorang dokter, Joseph Mercola, mengajak orang untuk tidak percaya vaksin, lalu menyuruh mereka membeli vitamin dan produk buatannya.Produk vitamin buatan Mercola kini sudah banyak diperdagangkan di platformmarketplacedi Indonesia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika memaparkan, hoaks dan disinformasi masih terus tersebar di ruang digital. Berdasarkan data dari Tim AIS Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika, hingga 15 Agustus 2021 ada 1.854 isu hoaks berkaitan dengan Covid-19. Tersebar dalam 4.442 unggahan konten di medsos, paling banyak ditemukan di Facebook, yakni sebanyak 3.769 sebaran.Dalam penanganan persebaran konten hoaks mengenai vaksin Covid-19, ia menyatakan Kominfo telah menemukan 293 isu pada 1.

Staf Khusus Menteri Bidang Digital dan SDM yang juga Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, peningkatan literasi digital sampai saat ini masih menjadi tantangan utama penanganan hoaks. Lantaran itu dia mendorong agar publik tidak sekadar membaca, tetapi juga harus berpikir kritis terhadap informasi yang didapatnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Mayoritas Pasien Rawat Inap di Banyak Negara Belum DivaksinMayoritas Pasien Rawat Inap di Banyak Negara Belum DivaksinMenlu Retno Marsudi menyebut urgensi kesetaraan vaksin kian mendesak karena di banyak negara tren kasus COVID-19 kembali naik.
Read more »

China sahkan regulasi perlindungan data pribadiChina sahkan regulasi perlindungan data pribadiKongres Rakyat Nasional China mengesahkan undang-undang perlindungan data pribadi pengguna internet, yang akan berlaku mulai 1 November.\r\n\r\nReuters mengutip ...
Read more »

Dampak Pandemi ke Ekonomi Global, Orang Kaya Makin Kaya dan Si Miskin Makin MelaratDampak Pandemi ke Ekonomi Global, Orang Kaya Makin Kaya dan Si Miskin Makin MelaratSelama pandemi, kekayaan 10 orang terkaya di dunia naik USD540 miliar, hal ini mengutip laporan Oxfam (The Inequality Virus). Padahal uang sebanyak ini cukup untuk...
Read more »

Pertamina Lewat Grup Tuban Petro Ekspor Perdana Isobutyl |Republika OnlinePertamina Lewat Grup Tuban Petro Ekspor Perdana Isobutyl |Republika OnlineHal ini bagian komitmen Pertamina untuk terus memperluas kiprah bisnis di mancanegara
Read more »

Bisnis Kafe Bangkrut, Ivan Banting Stir ke Jahe Merah, Omzet Hingga Rp200 Juta per BulanBisnis Kafe Bangkrut, Ivan Banting Stir ke Jahe Merah, Omzet Hingga Rp200 Juta per BulanIvan Septianto beralih ke bisnis jahe merah sesaat setelah kafe miliknya bangkrut dihantam pandemi COVID-19. Jahemerah
Read more »



Render Time: 2025-04-03 11:28:46