Pemerintah disebut seakan khawatir digugat oleh negara lain seperti China jika terlalu keras menghambat produk impor di marketplace.
Liputan6.com, Jakarta Produk impor disebut-sebut masih membanjiri penjualan di e-commerce. Bahkan 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce berasal dari produk impor.
Pemerintah dikatakan Bima seakan takut di hadapan raksasa e-commerce asing, sehingga terlambat lakukan pengawasan dan pengaturan terhadap banjir barang impor. "Seperti ada bantuan tunai untuk UMKM selama pandemi, tapi setelah ditransfer uangnya tidak ada pendampingan," jelasnya. Menurut dia, UMKM di luar negeri, seperti China, lebih siap dalam memasuki ekosistem ekonomi digital yang sudah merambah pasar global.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Wapres: Tingkatkan Kerja Sama UMKM Halal dengan |em|e-Commerce|/em| |Republika OnlinePemerintah terus memperluas akses pasar produk halal di luar negeri.
Read more »
Roy Suryo Bakal Gugat Perdata, Eko Kunthadi: Bisa Diusulkan Rekor MuriRoy Suryo menyiapkan gugatan perdata terhadap Eko Kunthadi dan Mazdjo Pray atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE. Eko Kunthadi justru menyebut rencana tersebut sebagai terobosan.
Read more »
GoTo dan Bukalapak Bersiap IPO Tahun IniSaat ini, perusahaan e-commerce Bukalapak juga menyiapkan rencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Read more »
BSI Gandeng BPRS Kembangkan Ekosistem Digital Syariah |Republika OnlineDi era open banking, pasar fintech dan e-commerce jadi mitra sinergis bagi perbankan
Read more »
5 Isu Ditepis Pemerintah Saat Pembatalan Haji 2021 Jadi KontroversiDi tengah kontroversi, muncul isu-isu miring soal keputusan pembatalan haji 2021 ini. Pemerintah pun menepisnya.
Read more »
Penjualan Sepeda Lipat Mulai Lesu, Ada Apa?Harga sepeda lipat saat ini mengalami penurunan di rentang 20 persen hingga 30 persen.
Read more »