Pemerintah Swedia mengutuk pembakaran Alquran di Stockholm sebagai tindakan Islamofobia.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Swedia mengutuk pembakaran Alquran di luar masjid utama Stockholm, dan menyebutnya sebagai tindakan Islamofobia.
Badan Islam Internasional sebelumnya menyerukan langkah-langkah untuk menghindari penodaan kitab suci umat Islam di masa depan. Setelah pertemuan itu, OKI mendesak negara-negara anggotanya untuk mengambil tindakan guna mencegah terulangnya kembali insiden penodaan salinan Alquran.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pria Pembakar Alquran di Swedia Klaim akan Bakar Alquran Selama 10 Hari |Republika OnlineSalwan Momika menginjak kitab suci dan membakar beberapa halaman Alquran di masjid.
Read more »
Bakar Alquran Rusak Citra Swedia, Iran Tunda Kirim Dubes ke Negara Pembakar Alquran |Republika OnlineAksi pembakaran Alquran mengabaikan nilai menghargai orang lain.
Read more »
Foto : Gelar Demo di Patung Kuda, Massa Kecam Keras Aksi Pembakaran Alquran di Swedia | merdeka.comMassa dari Jamaah Muslimlin (Hizbulloh) mengutuk aksi pembakaran Alquran yang terjadi di luar masjid utama Stockholm Swedia pada Rabu (28/6/2023) lalu. Sebelumnya, seorang pemuda ateis, Salwan Momika di Swedia viral melakukan aksi pembakaran Alquran pada Hari Raya Idul Adha 1444 Hijirah.,Demo,Demonstrasi,alquran,Swedia,Viral Hari Ini,Penistaan Agama,Jakarta
Read more »
ICMI Kutuk Aksi Pembakaran Alquran di Swedia BaratIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengutuk dan memprotes keras aksi pembakaran Alquran yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Irak bernama Salwan Momika (37).
Read more »
OKI Peringatkan Pembakaran Alquran di Swedia Bukan Kebebasan Berekspresi |Republika OnlinePembakaran Alquran di Swedia picu reaksi keras dunia Islam
Read more »
Alquran Dibakar Terus, OKI Serukan Langkah Pencegahan Penodaan Alquran |Republika OnlineOKI mendesak hukum internasional digunakan untuk menghentikan kebencian agama.
Read more »