Pemboman Rutin Rusia Menebar Rasa Takut di Tengah Warga Kharkiv

South Africa News News

Pemboman Rutin Rusia Menebar Rasa Takut di Tengah Warga Kharkiv
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 66 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 51%

Pemboman Rutin Rusia Menebar Rasa Takut di Tengah Warga Kharkiv Sindonews BukanBeritaBiasa .

. Kota ini tidak mengalami pemboman besar-besaran, tetapi menjadi target serangan acak kapan saja, siang atau malam, dan serangan bisa berujug mematikan.

Distrik timur dan timur laut paling terkena dampak dan di sanalah Tamara Pavlovna yang berusia 86 tahun dan putranya, Vyacheslav Pavlov tinggal di Working Hero Street."Tutup jendela, asap masuk," teriak polisi pada Pavlov dan ibunya yang sudah lanjut usia tinggal di lantai 9 sebuah apartemen di Kharkiv. Flat di sebelah tempat mereka tinggal terbakar setelah serangan roket Rusia.

Polisi memberi tahu wanita tua itu bahwa dia harus meninggalkan rumahnya, dengan sedikit waktu untuk memasukkan beberapa barang ke dalam ransel kecil. Lift rusak dan Pavlovna menuruni tangga dengan mengenakan kerudung putih. Di luar, dia duduk menunggu di bangku, sedikit tersesat dan stres."Putra saya telah merawat saya selama delapan tahun," katanya."Dia tidak ingin pergi dan saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Selama satu setengah bulan, Rusia telah melakukan pengeboman di distrik ini, tanpa henti," urainya.Di Working Hero Street, petugas pemadam kebakaran telah melatih selang air di apartemen yang menyala-nyala dan awan asap hitam membumbung ke angkasa.

Di sebelah, Pavlov telah menutup jendela balkon dan merokok di tangga."Ketika serangan kedua menghantam apartemen tetangga, pintu menyelamatkan kami dengan menghalangi kaca yang beterbangan," jelasnya.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-58: Rusia Sembunyikan Kejahatan Perang di Mariupol | Kabar24 - Bisnis.comPerang Rusia vs Ukraina Hari ke-58: Rusia Sembunyikan Kejahatan Perang di Mariupol | Kabar24 - Bisnis.comBerikut rangkuman peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke-58. Ukraina tuding Rusia coba sembunyikan kejahatan perang di kota Mariupol.
Read more »

OnlyFans Terdampak Invasi Rusia ke Ukraina, Hentikan Pembayaran ke Kreator Rusia karena Sanksi BaratOnlyFans Terdampak Invasi Rusia ke Ukraina, Hentikan Pembayaran ke Kreator Rusia karena Sanksi BaratSitus dewasa OnlyFans menegaskan telah menghentikan pembayaran untuk sementara kepada kreator Rusia.
Read more »

Update Militer Perang Rusia Vs Ukraina: Rusia akan Rebut Wilayah Ukraina Selatan | Kabar24 - Bisnis.comUpdate Militer Perang Rusia Vs Ukraina: Rusia akan Rebut Wilayah Ukraina Selatan | Kabar24 - Bisnis.comMiliter Rusia berencana merebut wilayah Donbas dan Ukraina Selatan- hingga mencapai selatan Moldova - sebagai tujuan dalam tahap kedua operasi khususnya.
Read more »

Svitolina tidak Setuju Petenis Rusia dan Belarus Dilarang Tampil di WimbledonSvitolina tidak Setuju Petenis Rusia dan Belarus Dilarang Tampil di Wimbledon'Jika mereka tidak memilih, tidak memilih pemerintah itu, maka adil bagi mereka untuk diizinkan bermain dan berkompetisi,'
Read more »

Dewan Kota Mariupol Klaim 9.000 Jasad Warga Sipil di Kuburan Massal, Tuding Rusia Setara Nazi JermanDewan Kota Mariupol Klaim 9.000 Jasad Warga Sipil di Kuburan Massal, Tuding Rusia Setara Nazi JermanDewan Kota Mariupol hari Kamis (21/4/2022) mengklaim sebanyak 9.000 warga sipil bisa dimakamkan di kuburan massal di desa Manhush di luar Mariupol
Read more »

Ingin Lepas dari Energi Rusia, UE Minta Warganya Pakai Transportasi Umum dan WFHIngin Lepas dari Energi Rusia, UE Minta Warganya Pakai Transportasi Umum dan WFHRencana sembilan poin yang berjudul 'Memainkan Bagian Saya', mendesak warga Uni Eropa untuk mengurangi naik mobil pribadi atau bekerja dari rumah 3 hari seminggu.
Read more »



Render Time: 2025-04-05 19:14:52