Berdasarkan studi, para ahli meyakini tidak ada gelombang baru Covid-19.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Temuan studi terkini membuat para ahli di Denmark meyakini tak akan ada gelombang baru pandemi Covid-19. Menurut data di Denmark, angka infeksi ulang dari subvarian omicron, BA.2, masih terdeteksi tetapi dalam kasus yang sangat jarang.
Dari hampir dua juta infeksi yang tercatat di Denmark antara pertengahan November 2021 hingga pertengahan Februari 2022, para peneliti memusatkan perhatian pada kasus infeksi di mana individu dites positif dua kali antara 20 dan 60 hari. Sekaligus, mereka yang infeksinya telah melalui pengawasan genomik sebelumnya dan diberi label sebagai subvarian spesifik.
Ketua Komite Penilaian Varian SARS-CoV-2 Denmark, Troels Lillebk, turut terlibat dalam studi. Dia mengatakan risetnya menawarkan bukti pertama adanya fenomena infeksi ulang di antara anggota keluarga omicron, tetapi kasus yang terdeteksi cukup langka.