Pengurangan pajak tersebut berlaku untuk bahan mentah industri manufaktur.
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pakistan akan memotong pajak atas impor bahan mentah untuk memacu manufaktur dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, menurut penasihat perdagangan Perdana Menteri Imran Khan, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin .
“Pakistan memiliki tugas yang sangat tinggi. Tujuannya adalah untuk menempatkan Pakistan setara dengan negara-negara lain dalam hal pajak perdagangan," kata Dawood. Pengurangan pajak impor akan menjadi perubahan kebijakan besar bagi Pakistan, mengingat lebih dari 40 persen dari total pendapatan pajaknya dihasilkan dari pungutan atas pengiriman masuk. Pemerintah Khan berusaha untuk mengakhiri ketergantungan negara dalam beberapa tahun terakhir pada pinjaman luar negeri dan dana talangan, dan sebaliknya meningkatkan produktivitas industri dan pangsa ekspor dalam perekonomian.
Ekonomi Pakistan bertahan melalui pandemi global Covid-19 dengan dukungan pemberi pinjaman internasional dan keringanan pembayaran utang oleh negara-negara G-20.