Otoritas diminta membuat sistem rujukan saat ada kecelakaan dan masalah di jalan tol.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pasca-Sarjana Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan, penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan saat arus mudik Lebaran 2022 perlu disesuaikan dengan perkembangan sarana transportasi saat ini.
Baca Juga Tjandra mengatakan, saat ini sudah ada jalan tol dengan jarak tempuh panjang di Jawa, di sebagian Sumatra dan kawasan lainnya, sehingga tantangan kesehatan bagi pengemudi berbeda dengan sebelumnya. Pun dengan penempatan pos kesehatan yang juga perlu disesuaikan dengan rest area jalan tol dengan segala spesifikasinya.
"Serta bagaimana kalau ada masalah kesehatan di antara dua rest area yang jaraknya mungkin cukup jauh satu dengan lainnya," katanya. Tjandra mengatakan agenda mudik sebelum pandemi, pemerintah pernah menyediakan sekitar 700 pos kesehatan, puskesmas dan rumah sakit di sepanjang jalur mudik, termasuk di bandara, pelabuhan, stasiun kereta api dan terminal bis di seluruh Indonesia."Jumlah yang akan disiapkan sekarang tentu akan disesuaikan dengan perkembangan sarana transportasi yang ada. Pos pelayanan kesehatan juga dapat didirikan di lokasi-lokasi strategis seperti tempat ibadah dan lokasi wisata," kata dia.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pakar China Sebut Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Lebih Berisiko Jalani Karantina Mandiri - Pikiran-Rakyat.comShanghai sedang berupaya menuntaskan perang melawan Covid-19, seiring dengan strategi nol Covid yang digelorakan China.
Read more »
Pakar Kritik Proses Penetapan Tersangka Pengeroyokan Ade Armando yang Berbasis Tayangan VideoMenurut Fickar, Polda Metro Jaya tak bisa langsung menetapkan tersangka pengeroyokan Ade Armando berdasarkan tayangan video. Sebabnya, penetapan tersangka membutuhkan dua alat bukti. - Megapolitan
Read more »
Korban Begal jadi Tersangka, Pakar Hukum: Keputusan Polisi Tak TepatIni keputusan kurang tepat, karena dia melakukan pembelaan. S kan membawa senjata tajam dia melawan dan menikam pelaku pembegal itu.
Read more »
Ada Anggota Dewan Nonton Video Porno, Pakar: Kepercayaan ke DPR Terjun BebasPakar politik menilai kasus anggota DPR yang kembali ketahuan nonton video porno bakal menurunkan kepercayaan publik ke lembaga ini.
Read more »
Pakar Pidana Desak Polda Lanjutkan Kasus Ade Armando yang Jadi Tersangka Sejak 2017 |Republika OnlineAde yang jadi tersangka dianggap kebal hukum lantaran Polda Metro tidak menahannya.
Read more »