Walau penuh ketegangan dan kesendirian, warga muslim Indonesia, Maysaroh dan Rini Ambarwati yang masih bertahan di Ukraina pasca invasi Rusia. Keduanya tetap menjalankan ibadah suci di bulan Ramadan. Mereka berharap segera tercapai perdamaian.
Sejak 2017 lalu, Maysaroh asal Indramayu menetap di Ukraina. Ia tinggal bersama suaminya, warga Ukraina dan anaknya yang masih balita di kota Odessa. Tak pernah ia menyangka akan berada di situasi konflik seperti yang terjadi saat ini.
Maysaroh beruntung karena hingga saat ini persediaan pangan di pasar dan supermarket tetap tersedia. Namun, ia selalu waspada, khususnya saat berada di luar rumah. “’Aduh, kasihan banget katanya, enggak makan, enggak minum seharian.’ Eh, bukannya kasihan, malah justru yang dikangeni orang muslim saya bilang,” cerita Maysaroh.
“Karena untuk saat ini kita masih belum bisa hidup normal. Belum bisa pergi jauh, maksudnya keluar agak lebih jauh dikit dari rumah itu enggak bisa,” ujar Rini Ambarwati kepada VOA belum lama ini.Kota Lviv dan Odessa sama-sama memiliki masjid, namun Rini dan Maysaroh lebih sering beribadah di rumah masing-masing.Makanan Halal di Ukraina
Namun, Maysaroh mengaku, makanan di Ukraina kurang pas di lidahnya. Ia lebih sering masak makanan rumahan khas Indonesia, termasuk di bulan Ramadan tahun ini. Terkadang, ia pergi ke supermarket Thailand untuk membeli saus atau bahan pangan yang dapat ia racik sesuai dengan lidah Indonesia.