Ustad Abdul Somad mengatakan yang menuduhnya radikal adalah mereka yang melihat ceramahnya sepotong-sepotong. TempoMetro
TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah Abdul Somad Batubara alias Ustad Abdul Somad ditolak masuk saat ingin berlibur ke Singapura. Pemerintah setempat menilai pria yang akrab disapa UAS itu sosok ekstremis dan segregasionis.“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” bunyi keterangan Kementerian Dalam Negeri Singapura dikutip dari laman resminya, Selasa, 17 Mei 2022.
Salat berjemaah ini berlangsung beberapa bulan setelah Abdul Somad ditolak masuk oleh imigrasi Hong Kong pada Desember 2017. Saat itu Somad hendak mengisi pengajian karena diundang oleh salah satu WNI.Di hadapan Jusuf Kalla, Abdul Somad menyampaikan banyak tuduhan di internet yang menyebut dirinya ustad radikal. 'Banyak orang nuduh saya di internet, katanya saya jihad keras, ustad radikal,' katanya saat itu.