Produsen pembuat peralatan tempur Rusia memperkenalkan baju perang anti bom dengan model seorang wanita.
Sementara kepala tim pengembang di TsNIITochMash Sergey Kitov mengaku, untuk meminta wanita tersebut melakukan demonstrasi tidak memerlukan upaya keras. Sebab, Viktoria sangat antusias ingin mengenakan pakaian tersebut.
Ia melanjutkan, baju anti bom yang didemonstrasikan merupakan teknologi canggih yang dikembangkan Baju perang tersebut memang dirancang menggunakan kain aramid untuk menahan ancaman dan serangan api.Bahkan, kata Kitov, baju perang ini juga sudah cukup baik dalam menahan peluru dan timah panas tapi mereka masih terus mengembangkan kemampuannya. Pihaknya berharap produk yang siap pada akhir 2020 dapat mengajukan penawaran kontrak militer sebagai bagian dari program Ratnik.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Zelenskyy Serukan Sanksi terhadap Rusia, Arahkan Dana Rusia ke UkrainaPresiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, pada Kamis (14/7), mengatakan serangan terbaru Rusia yang menewaskan lebih dari 20 orang bisa menjadi tambahan alasan bagi masyarakat internasional untuk menghukum Rusia lebih lanjut. Zelenskyy mengatakan serangan di Kota Vinnytsia di Ukraina tengah itu...
Read more »
China Nafsu Perkuat Senjata Nuklir, Siap Perang Lawan Rusia?China telah membuat kemajuan yang mengesankan dalam mengembangkan senjata nuklir baru.
Read more »
Menkeu AS Desak G20 Sepakati Harga Acuan Minyak RusiaJanet Yellen akan membawa usulan harga acuan minyak Rusia ke pertemuan G20 di Bali. Selama ini Rusia jual minyak harga diskon.
Read more »
Jelang G-20 Bali, Menkeu AS Peringatkan Rusia Jangan HadirMenteri Keuangan AS Janet Yellen pada hari Kamis (14/7/2022) pejabat Rusia tidak mendapat tempat pada pertemuan G-20 di Bali pada 11-17 Juli 2022.
Read more »