Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan kasus penyakit gangguan ginjal akut pada anak harus ditangani secara serius.
Muhadjir menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan saat ini tengah melakukan kajian secara komprehensif.
"Jadi pemerintah sedang menelaahnya lebih dalam-komprehensif, terkait ini, tujuannya jangan sampai berkembang lebih luas," kata dia. "Kejadian ini seperti yang terjadi di Afrika. Sudah dikoordinasikan, untuk sementara jenis obat yang dicurigai sumber penyakit kita hentikan dulu. Menkes sudah menerbitkan semua imbauan ini ke setiap daerah," tuturnya.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Hadapi Bencana Cuaca Ekstrem, Ini Instruksi Menko PMK |Republika OnlineBencana tahun ini spektrumnya sangat luas karena berimpitan masalah ekonomi global.
Read more »
Menko PMK : Masih Ada Ketimpangan Pemerataan Akses Layanan Kesehatan |Republika OnlinePelayanan kesehatan merupakan ujung tombak dalam perlindungan sosial.
Read more »
Pemerintah stop sementara obat diduga penyebab gagal ginjal akutMenteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut pemerintah menyetop sementara obat-obatan diduga menyebabkan ...
Read more »
Tunggu Kementerian, Status Wabah PMK Boyolali Belum Dicabut meski Kasus MenurunStatus wabah PMK di Kabupaten Boyolali belum dicabut meskipun kasusnya mulai melandai sejak beberapa bulan lalu.
Read more »
Penyebaran PMK Ternak Terkendali, Pemkab Cianjur Tetap WaspadaPENYERBARAN penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus terkendali. Saat ini Dinas Perikanan Kesehatan Hewan dan Peternakan setempat masih fokus menangani pengobatan hewan ternak yang sempat terpapar.
Read more »
Antisipasi PMK, Ribuan Kambing di Karanganyar Disuntik VaksinHampir 50% populasi kambing di Karanganyar telah divaksin PMK dosis I. Dalam waktu dekat akan ada penyuntikan vaksin dosis kedua.
Read more »