Mendagri: KPU dan Partai Lebih Suka Pemungutan Suara Tradisional dari pada e-Voting
Selasa, 5 April 2022 21:25Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, penggunaan e-Voting belum banyak disetujui stakeholder kepemiluan. KPU dan partai politik lebih menyukai pemungutan suara tradisional karena setiap tahapannya bisa dipantau.
"Kalau e-Voting memang cepat tapi mereka teman-teman takut kalau nanti terjadi angka yang salah atau dihacking, dihijack sehingga akhirnya angkanya berubah," kata Tito.Saat ini e-Voting baru diterapkan dalam pemilihan kepala desa. Untuk tingkat nasional Kementerian Dalam Negeri ingin mengkaji lebih dalam penggunaan e-Voting di negara yang sudah menerapkan.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menilai, penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi momentum untuk menghasilkan pemimpin masa depan dengan komitmen digitalisasi Indonesia. Menurutnya, digitalisasi Pemilu sangat mungkin dilakukan karena sudah banyak negara sudah mulai menerapkan e-voting.