Melepas Jeratan Riba, Kini Dahfi Sukses Bangun Tiga Pabrik |Republika Online

South Africa News News

Melepas Jeratan Riba, Kini Dahfi Sukses Bangun Tiga Pabrik |Republika Online
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 49 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 23%
  • Publisher: 63%

Ada banyak jalan berliku yang harus dilalui Dahfi Adan bersama keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Dahfi Adam, pemilik brand home living 109 Pillow membagikan kisah suksesnya dalam mengembangkan perusahaan produsen bantal dan guling tersebut, hingga mampu merajai pasar nasional. Dahfi mengakui, untuk mencapai titik kesuksesan yang ia rasakan saat ini tidakmudah. Ada banyak jalan berliku yang harus dilaluinya bersama keluarga.

Kemandirian itu yang terus ia bawa, bahkan saat dirinya memasuki perguruan tinggi pada 2009. Dahfi yang memilih Jurusan Desain Grafis di salah satu perguruan tinggi di Surabaya, bertekad membiayai kuliah secara mandiri. Meskipun saat itu orang tuanya mampu membiayai kuliahnya. Saat itu, jika Dahfi mampu mendapatkan satu nasabah, akan mendapat komisi sebesar Rp 300 ribu. Dahfi mengaku, dalam sehari dia mampu mendapat tiga hingga lima orang nasabah. Tanpa memyebarkan brosur, dan tanpa menawarkan di tempat keramaian. Strategi yang digunakan murni lewat digital marketing, baik itu lewat blog, maupun market place.

Saat anak pertamanya lahir, pada 2016, pikiran Dahfi masih terbebani hutang yang jumlahnya dirasanya sangat besar. Saat itulah Dahfi mulai melakukan introspeksi diri. Dahfi mencoba mencari jawaban terkait kesalahan dalam pekerjaannya. Sampai muncul anggapan bahwa dirinya tidak bisa hidup tenang meski penghasilan besar, karena terlibat riba.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

republikaonline /  🏆 16. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Ada Penonton MotoGP Mandalika Telantar Sampai Tengah Malam tak Ada Bus |Republika OnlineAda Penonton MotoGP Mandalika Telantar Sampai Tengah Malam tak Ada Bus |Republika OnlinePenonton MotoGP yang didominasi warga Mataram tak bisa pulang karena tak ada bus
Read more »

Lolos Jalan-jalan Saat Positif, Ada Peluang Covid Pesta LagiLolos Jalan-jalan Saat Positif, Ada Peluang Covid Pesta LagiPelonggaran aturan soal syarat PCR dan Antigen untuk masyarakat jika hendak bepergian bisa berdampak negatif.
Read more »

Ada Penambahan Satu Jalur Sepeda Pada Akhir Pekan di Jalan Sudirman-ThamrinAda Penambahan Satu Jalur Sepeda Pada Akhir Pekan di Jalan Sudirman-ThamrinAnies Baswedan menginformasikan adanya penambahan satu jalur sepeda pada setiap akhir pekan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin.
Read more »

Jateng Klaim Tak Ada Lagi Jalan Rusak Berat, Benarkah?Jateng Klaim Tak Ada Lagi Jalan Rusak Berat, Benarkah?Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Pemprov Jateng mengklaim tidak ada lagi jalan berstatus provinsi di wilayahnya yang mengalami rusak berat.
Read more »

Sebulan Jelang Arus Mudik, Masih Ada 532 KM Jalan Provinsi di Jateng yang RusakSebulan Jelang Arus Mudik, Masih Ada 532 KM Jalan Provinsi di Jateng yang RusakMasih ada ratusan kilometer jalan lainnya di Jawa Tengah yang rusak dari skala ringan hingga sedang yang sedang dalam proses perbaikan
Read more »

Cerita Penonton MotoGP Mandalika Jalan Kaki hingga 1 Jam karena Tak Ada BusCerita Penonton MotoGP Mandalika Jalan Kaki hingga 1 Jam karena Tak Ada BusPenonton MotoGP Mandalika menceritakan pengalaman berjalan kaki hingga 1 jam ke parkiran utama sirkuit. Peristiwa itu terjadi karena shuttle bus tak ada.
Read more »



Render Time: 2025-04-05 22:18:31