Mayoritas Pasien Covid-19 Meninggal di Bangkalan Tak Sampai 24 Jam Dirawat di Rumah Sakit, Ini Penyebabnya

South Africa News News

Mayoritas Pasien Covid-19 Meninggal di Bangkalan Tak Sampai 24 Jam Dirawat di Rumah Sakit, Ini Penyebabnya
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 42 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 68%

Satgas menyebut, rata-rata yang terkena Covid-19 di Bangkalan baru bersedia ke rumah sakit ketika kondisinya sudah berat atau sangat parah.

, Madura, Jawa Timur, Agus Sugianto Zain mengungkap kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

Menurut dia, banyak pasien Covid-19 tidak bisa bertahan lama dan kemudian meninggal dunia usai mendapat perawatan. Sebab, kata Agus, rata-rata pasien Covid-19 di Bangkalan baru bersedia ke rumah sakit ketika kondisinya sudah berat atau sangat parah. Hal tersebut diketahui setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dan evaluasi terhadap manajemen rumah sakit.Eri Cahyadi Minta Bupati Bangkalan Jangan Biarkan Warganya Masuk Surabaya Kalau Belum Swab

"Awalnya, seminggu dua kasus meninggal, ini kan mempengaruhi zona karena ada rumusnya. Ini lebih dari itu, lebih dari dua. Dan presentasenya begini, dari 10 orang dari 15 orang yang meninggal, setelah dibawa ke rumah sakit , kurang dari 24 jam dirawat, namun sudah meninggal," kata Agus, saat dikonfirmasi, Minggu .Terima kasih telah membaca Kompas.com.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

kompascom /  🏆 9. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kata Satgas COVID-19 tentang Penyebaran Tim Testing dan Tracing COVID-19 di Setiap DesaKata Satgas COVID-19 tentang Penyebaran Tim Testing dan Tracing COVID-19 di Setiap DesaKepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting S., Sp.P(K), menjelaskan terkait tim testing dan tracing COVID-19 yang menyebar di setiap desa.
Read more »

IGD RSUD Bangkalan Lockdown, Satgas COVID-19 Soroti Klaster KeluargaIGD RSUD Bangkalan Lockdown, Satgas COVID-19 Soroti Klaster KeluargaRSUD Syarifah Ambami Rato Ebu memohon izin kepada Bupati Bangkalan untuk lockdown IGD. Satgas COVID-19 Bangkalan menyoroti klaster keluarga.
Read more »

RSUD Bangkalan Siapkan 100 Bed Usai 18 Nakes-Pegawai Positif COVID-19RSUD Bangkalan Siapkan 100 Bed Usai 18 Nakes-Pegawai Positif COVID-1918 Nakes dan pegawai RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan positif COVID-19. Saat IGD lockdown, pihak RSUD melakukan penambahan bed hampir 100 bed.
Read more »

Pasien Membludak Hingga Nakes Terpapar Covid-19, RSUD di Bangkalan Minta LockdownPasien Membludak Hingga Nakes Terpapar Covid-19, RSUD di Bangkalan Minta LockdownLonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Bangkalan membuat IGD RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu harus tutup sementara waktu. Covid-19
Read more »

IGD RSUD Bangkalan Tutup Pelayanan, Ada 18 Pegawai yang Positif Covid-19IGD RSUD Bangkalan Tutup Pelayanan, Ada 18 Pegawai yang Positif Covid-19Ada Sebanyak 18 pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Bangkalan yang menyebabkan pelayanan IGD ditutup RSUDBangkalan
Read more »



Render Time: 2025-04-03 22:21:00