Tragedi Kanjuruhan, Malang dan Itaewon, Seoul, Korsel mengguncang dunia karena memakan korban ratusan jiwa.
Jakarta, Beritasatu.com - Dua tragedi besar melibatkan kerumunan manusia terjadi di bulan Oktober 2022 ini. Di awal bulan terjadi tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Indonesia. Lalu pada akhir bulan tragedi nyaris serupa terjadi di Itaewon, Seoul, Korea Selatan. Kedua peristiwa tragis di Asia ini mengguncang dunia karena memakan korban ratusan jiwa.
Pertandingan lanjutan Liga 1, kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia ini sengaja tidak menghadirkan suporter Persebaya. Jadi, Stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam itu benar-benar milik Aremania, sebutan bagi suporter Arema Malang. Klaim itu terbantahkan baik dari temuan Komnas HAM maupun Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang laporannya telah diserahkan ke Presiden Jokowi. Berdasarkan temuan Komnas HAM, suporter turun ke lapangan untuk memberi semangat kepada para pemain klub kesayangan mereka.
Akhirnya terjadi desak-desakan antarsuporter. Banyak suporter yang sesak napas akibat kondisi tersebut. Ruang gerak sempit, sementara efek gas air mata masih terasa. Mereka yang berdesakan tidak hanya pingsan. Ratusan orang akhirnya meninggal dunia. Sama-sama melibatkan kerumunan massa, tragedi Itaewon tidak dipicu oleh aksi aparat keamanan. Jumlah massa-nya pun berbeda.
Dr Milad Haghani dari University of New South Wales di Australia menyebutkan, ketika kerumunan mencapai tingkat kepadatan kritis yang melebihi kapasitasnya, tidak ada individu dalam kerumunan yang pada dasarnya bertanggung jawab atas tindakan atau gerakan mereka. Tidak ada orang yang dapat memutuskan ke mana harus pergi atau bagaimana harus bereaksi.
Ratusan orang kemudian mengalami henti jantung sehingga perlu dilakukan cardiopulmonary resuscitation untuk membuat jantung kembali bergerak. Ada yang berhasil, banyak yang gagal, dan meninggal. Sungguh sebuah tragedi. Dua kejadian mematikan ini menjadi pelajaran berharga untuk pergelaran-pergelaran yang melibatkan jumlah massa yang cukup banyak.
Dr Milad Haghani mengungkapkan, tingkat kepadatan kerumunan yang kritis sering terjadi secara bertahap dan dengan kecepatan yang sangat lambat. Sehingga untuk banyak orang yang tidak waspada, mereka tidak dapat memperkirakan bencana yang akan datang. “Kesadaran dan kewaspadaan Anda jadi kunci besar untuk bisa selamat. Jika berada dalam sebuah acara dengan kerumunan massa dengan jumlah besar, lihat adakah pihak berwenang yang bertugas untuk mengendalikan kerumunan ini. Jika tak ada, sebaiknya Anda mempertimbangkan keselamatan terlebih dahulu,” katanya.
Pada tragedi Itewon jumlah 100.000 orang disebut sebagai jumlah yang di luar dugaan. Jauh melebihi jumlah pengunjung pada tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan pada tragedi Kanjuruhan, jumlah tiket yang terjual 5.000 di atas kapasitas stadion. Peristiwa Heysel pada 29 Mei 1985 salah satu contoh bagaimana karakter suporter adalah hal yang tidak boleh luput dari perhatian penyelenggara. Pada final Piala Champions antara Liverpool dan Juventus, hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus. Dalam peristiwa itu sebanyak 39 orang tewas dan 600 lebih lainnya luka-luka.
Daya dukung tempat peyelenggaraan acara bukan hanya terkait kapasitas secara keseluruhan. Kemungkinan penumpukan massa di satu titik tertentu juga harus menjadi perhatian. Sedangkan pada tragedi Heysel, kubu Liverpool menuding bahwa pilihan Stadion Heysel, Belgia sebagai tempat final Piala Champions adalah kontroversial. Pasalnya, stadion berusia 55 tahun dan membutuhkan pembangunan kembali.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Emha Ainun Najib Minta Aremania Laporkan Tragedi Kanjuruhan ke Mahkamah InternationalDalam kunjungannya ke Stadion Kanjuruhan, Emha Ainun Najib meminta Aremania melaporkan tragedi kanjuruhan ke mahkamah internasional.
Read more »
Puluhan Aremania Segera Melapor Buka Perspektif Korban KanjuruhanPelaporan oleh Aremania akan membuka perspektif korban atas Tragedi Kanjuruhan yang membuat 135 suporter meninggal dunia.
Read more »
AC Milan ke Indonesia: Galang Dana untuk Tragedi KanjuruhanDalam kunjungan ke Indonesia pada November ini, AC Milan ingin memainkan peran positif dan memberi dukungan konkret untuk korban tragedi Kanjuruhan.
Read more »
Tim Gabungan Aremania Meminta Polda Jatim Lakukan Rekonstruksi Ulang Kejadian Tragedi Kanjuruhan - Bolasport.comTim Gabungan Aremania (TGA) meminta penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk melakukan rekonstruksi ulang terkait peristiwa tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Read more »
Alurnya Bisa Singgung Keluarga Korban Tragedi Itaewon, 'May I Help You' Tunda Siaran Pekan IniKarena alurnya mungkin akan menyinggung keluarga korban tragedi Itaewon, 'May I Help You' memutuskan untuk menunda siaran episode baru pekan ini. Berikut pengumuman lengkapnya.
Read more »