Krisis Silicon Valley Bank menimbulkan kekhawatiran investor dan pemberi pinjaman di Jepang, melalui bank-bank di sana bagi instrumen obligasi.
Bisnis.com, JAKARTA — Krisis Silicon Valley Bank atau SVB menimbulkan kekhawatiran investor dan pemberi pinjaman di Jepang, terutama melalui bank-bank di sana. Para investor yang melakukan penempatan besar di obligasi Amerika Serikat kini merasa waswas.
Berdasarkan data BoJ, pada April—Juni 2022, Value at Risk kepemilikan obligasi dolar bank-bank besar Jepang telah meningkat menjadi 2,29 triliun yen atau berkisar US$17 miliar. Padahal, pada awal 2014 nilai VaR masih 1,2 triliun yen.Eksposur bank-bank regional meningkat hampir dua kali lipat selama periode yang sama. Metrik itu mengukur seberapa besar kerugian yang akan mereka derita ketika suku bunga naik 200 basis poin.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Fakta-fakta Kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB), Krisis di Depan Mata?Simak fakta-fakta di balik kolaps atau bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB). Krisis ekonomi bakal terjadi?
Read more »
Gerak Cepat Otoritas AS Atasi Krisis Silicon Valley Bank (SVB), Wall Street Lega?Upaya-upaya yang lebih luas untuk mencegah krisis Silicon Valley Bank (SVB) mengangkat saham-saham berjangka Wall Street di perdagangan Asia.
Read more »
Krisis Silicon Valey Bank, OJK: Tak Berdampak Langsung ke Industri Perbankan IndonesiaKepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, industri perbankan Indonesia memiliki kondisi yang kuat.
Read more »
Video: Krisis Silicon Valley Bank, The Fed Tetap Agresif?Inflasi AS Masih Tinggi di Tengah Krisis SVB, The Fed Tetap Agresif?
Read more »
Mengenal Silicon Valley Bank, Permainan Poker yang jadi Penopang Startup DuniaSilicon Valley Bank (SVB) mengalami bangkrut setelah 48 jam mengalami krisis modal.
Read more »