Kalimantan Selatan memiliki kopi unggulan yang belum banyak dikenal masyarakat luas. Edukasi dan penyebaran informasi diberikan melalui para pecinta kopi.
PULUHAN mahasiswa dan masyarakat desa begitu antusias mendengarkan penjelasan materi tentang sejarah, budidaya dan bisnis kopi yang disampaikan pegiat kopi lokal dari Biji Kopi Borneo dan kelompok jurnalis lingkungan Pena Hijau Indonesia.
Penyajian materi bisnis dan praktek pengolahan kopi menjadi aneka minuman tentunya merupakan materi yang paling ditunggu para peserta terutama para mahasiswa. Selain berdiskusi para peserta juga berkesempatan mencoba menjadi barista. "Kegiatan yang kami sebut Kopi Gunung ini berupa kegiatan edukasi bagi masyarakat dan generasi muda tentang komoditas kopi dari hulu hingga hilir atau bisnis kedai kopi. Serta upaya mengkampanyekan pelestarian lingkungan," tutur Arsuma Saputera, perwakilan Pena Hijau Indonesia, Selasa .
Sebanyak 1000 pohon berbagai jenis termasuk tanaman kopi di tanam di kawasan perbukitan ini. Kegiatan ini didukung berbagai kalangan swasta seperti PDAM Bandarmasih, PDAM Intan Banjar, PD Baramarta dan PT Amanah.Ketua KTH Tunas Muda, Arianto mengapresiasi kegiatan mahasiswa PWK Universitas NU Kalsel yang melakukan penanaman di kawasan waduk Riam Kanan dan kawasan wisata Bukit Batas.