Pertumbuhan ekspor Indonesia berpotensi terkontrasi 5,29 persen secara tahunan di tengah penurunan harga komoditas.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom memproyeksikan kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2023 akan kembali mengalami penurunan karena pengaruh melemahnya harga komoditas.
Faisal mengatakan membaiknya permintaan China seiring dengan pencabutan zero covid policy sehingga dapat dilihat dari impor China yang lebih tinggi dari Indonesia, yaitu sebesar 8,63 persen pada Maret 2023 dan -6,12 persen pada Februari 2023). Namun, dirinya juga melihat terdapat potensi berubahnya kondisi neraca transaksi berjalan pada 2023 menjadi defisit yang tetap terkendali, sehingga mendukung stabilitas sektor eksternal.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
IMF Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Jadi Cahaya di Tengah Ketidakpastian GlobalIMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5,0 persen.
Read more »
Pertamina Hulu Indonesia catat kinerja positif triwulan I-2023PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, hingga triwulan I-2023 mencatat produksi minyak 60,2 ribu barel ...
Read more »
Bank Indonesia sebut Angka Kinerja Penjualan Eceran Meningkat pada Maret 2023Bank Indonesia memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Maret 2023, sebab Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2023 tumbuh sebesar 215,2 atau 4,8% yea
Read more »
Ekonomi AS Tidak Baik-Baik Saja, Investor Boleh LegaPasar keuangan Indonesia diharapkan membukukan kinerja cemerlang pada akhir perdagangan pekan ini
Read more »
Ekonom Mandiri Perkirakan di 2023 Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen |Republika OnlineEkonom yakin sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2023 ada di sektor domestik
Read more »
Ini Pesan IMF untuk Sri Mulyani CsIMF memutuskan untuk merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5 persen.
Read more »